Selasa, 26 Agustus 2014

Panah dari Yang Maha Kuasa

Panah dari Yang Maha Kuasa

Anak Tuhan harus terus menerus sadar bahwa Rencana Allah Bapa disorga yang terjadi padanya. 



Percobaan yang akan datang, apakah itu ringan atau berat, adalah untuk kebaikannya. Suatu pemahaman ttg kebenaran ini akan memberi kita jaminan keselamatan dan keamanan.
Ada damai dalam pengenalan hubungan bapak anak kita dengan Tuhan. Hal itu berjalan baik atau tidak, setiap orang percaya bisa berkata seperti Ayub, Meskipun [demikian] ia membunuh aku, namun aku akan percaya dia ( Ayub 13:15).
Jika ada laki-laki yang dibenarkan untuk menanyakan alasan kenapa dia mengalami penderitaan maka orangnya adalah Ayub. Ia perlu semua bantuan yang ia bisa mendapatkan. Dia tidak butuh orang yang makin menambah beban masalahnya.
Eliphaz, salah satu dari teman-teman Ayub, percaya bahwa penyakit dan penderitaan ia alami hanya bisa dijelaskan atas dasar berdosa dalam hidupnya. Ia mencoba menjelaskan filosofinya bahwa orang benar tidak menderita; maka dari itu, ujian yang dialami Ayub akibat dari dosanya ( Ayub 4:78). Tetapi Eliphaz salah! Tuduhan yang ia lancarkan kepada Ayub hanya menambahkan kesengsaraan Ayub.
Berbagai hal tidak baik bisa terjadi pada orang yang baik, bahkan orang yang terbaik sekalipun. Ayub adalah salah satu dari yang terbaik diantara umat Tuhan. Tuhan bersaksi tentang Ayub bahwa tidak ada yang seperti dia di bumi, bahwa ia adalah orang yang tak bercela dan lurus hati, ia takut akan Tuhan dan membenci kejahatan ( Ayub 1:1, 8).
Ayub telah dikenal karena kesetiaannya. Ia tidaklah tanpa berdosa, seperti tersirat dikata tak bercela dalam ayat 1 dan 8. Itu artinya dia secara etika baik, moralnya benar, dan taat pada Tuhan. Ayub mempunyai suatu penghormatan yang tulus dan dalam pada Tuhan. Praktek yang konsistennya adalah untuk menjaga Tuhan tetap ditempat tertinggi dan dihormati. Ia seorang yang setia.
Ayub dikenal dengan kekayaannya. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar ( Ayub 1:3). Ia memiliki kekayaan yang besar, Tuhanlah yang telah menyebabkan dia berhasil( Ayub 1:10, 21).
Ayub dikenal dengan keluarganya. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan ( Ayub 1:2). Keluarga Ayub dan kekayaannya adalah berkat Tuhan. Catatan menunjukkan bahwa Ayub mencintai keluarganya. Cintanya untuk Tuhan tercermin dari cintanya untuk anak-anaknya. Sebagai pemimpin rohani dari keluarganya, ia membawa mereka dalam doanya kepada Tuhan. Pelayanan yang paling tinggi dari orangtua kepada anak-anaknya adalah memperhatikan kesejahteraan rohani mereka. Ayub adalah seorang kepala keluarga yang baik.
Akhirnya, Ayub adalah orang yang tenar. Catatan menulis kalau dia adalah yang terbesar dari semua orang-orang timur ( Ayub 1:3). Ayub lebih berhasil dari semua pria pada jamannya. Ia dipandang oleh manusia dan Tuhan. Tuhan sendiri menyatakan bahwa Ia tidak punya alasan untuk mencelakakan Ayub ( Ayub 2:3).
Namun Tuhan mengijinkan Ayub untuk menjalani lembah yang dalam dan mengharuskan dia mengalami penderitaan. Kebanyakan dari kita pasti telah hancur dalam kondisi seperti itu. Bagaimana kita memahami penderitaan dan duka cita Ayub? Bagaimana mungkin kita masuk kearti dari penderitaan dan kesusahannya?
Dua pasal pertama dari kitab kuno ini berisi pengertian penting. Selama Perang Dunia II, saya sedang melayani Tuhan didalam suatu jabatan atau lembaga pastoral di Bristol, Pennsylvania. Kemudian berita datang bahwa salah satu anggota gereja itu telah gugur dalam tugas melayani negerinya. Saya mempersiap-siapkan kothbah yang saya harap akan sesuai peristiwa itu, yang bisa memenuhi kebutuhan orangtua prajurit yang sedang terluka. Saya memberi judul, Mengapa Orang-Orang Saleh Menderita. Saya masih mempunyai catatan mimbar dari khotbah itu . Didalam pembukaannya saya berkata bahwa kitab Ayub ditulis untuk menceritakan kepada kita mengapa anak-anak Tuhan menderita.
Empatpuluh tahun sudah berlalu sejak saya membawakan khotbah itu. Saya tidak akan mengkotbahkannya hari ini seperti dulu. Itu karena pesan kitab Ayub bukanlah mengapa anak-anak Tuhan menderita, tetapi lebih kepada kedaulatan Tuhan. Itu menunjukkan bahwa Tuhan selalu mengendalikan setiap situasi. Tidak ada apapun yang terjadi kepada kita karena kebetulan. Karena setiap sebab ada akibat. Jika kita gagal melihat kebenaran ini didalam kitab Ayub, kita kehilangan pesan utamanya.

Penderitaan yang Pertama

Gambaran pertama dalam drama ini terjadi di surga. Para malaikat, baik yang sudah jatuh dan yang tidak, menghadap Tuhan. Tuhan yang mengendalikan, menuntut para malaikat dan setan melapor padanya. Diantara mereka berdiri Setan, namanya berarti musuh. Ia bukan musuh manusia yang biasa; melainkan, ia lebih dari manusia biasa, dia yang membohongi Hawa melalui penipuan halusnya ( 2 korint 11:3). Ia terus mengganggu anak-anak Tuhan sejak itu. Petrus memperingatkan yang percaya, Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya ( 1 Petrus 5:8). Ayub adalah salah satu dari Target setan.
Itu semua dimulai dengan suatu percakapan di surga antara Tuhan dan Setan.
Dan Tuhan berkata pada Setan, Engkau telah melihat hambaKu Ayub, tidak ada yang seperti dia di bumi, seorang yang benar dan tak bercela, yang takut akan Tuhan, dan membenci kejahatan.
Kemudian Setan menjawab Tuhan, dan berkata, apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Tuhan?
Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.
Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu. ( Ayub 1:811)
Di sini Setan menuduh Ayub melayani Tuhan oleh karena Tuhan memberkatinya. Intinya, setan berkata pada Tuhan kalau Ayub melayani Nya, bukan karena ia mencintai dan memujiNya tapi karena apa yang ia telah terima dari Tuhan. Setan kemudian menantang Tuhan untuk menguji Ayub dengan mengambil semua miliknya. Inilah tuduhan setan terhadap Ayub: Mereka yang mengaku mencintai Tuhan dan memujiNya melakukannya karena Tuhan menyediakan materi dan melindungi mereka.
Tetapi ada hal yang terlibat dalam tuduhan setan lebih dalam dari tuduhannya pada Ayub. Ia sedang menyerang karakter Tuhan. Pada pokoknya, Setan berkata, Kau mengatakan bahwa Ayub mencintai dan melayaniMu karena rasa hormat dan pujian. Beri aku kesempatan untuk memperlihatkan alasan sebenarnya kenapa ia memujaMu. Kau menyuap dia. Kau membeli dia. Manusia tidak memuja Kau karena kasih. Mereka melakukan itu untuk apa yang bisa mereka dapatkan darinya. Apapun yang manusia lakukan bagiMu, mereka melakukannya untuk keuntungan pribadi. Kau mengetahui ini adalah benar, maka Kau memberi dia berbagai hal yang baik untuk memenangkan kasihnya.
Di dalam cibiran ini, Setan tidak hanya menuduh alasan Ayub untuk melayani Tuhan, tetapi ia memfitnah alasan Tuhan dalam memberi harta dan perlindungan kepada Ayub. Ia benar-benar menfitnah karakter Tuhan. Setan berargumentasi bahwa jika Tuhan mengambil semua milik Ayub maka dia berbalik setia dariNya.
Suatu konflik muncul dari percakapan itu antara Tuhan dan Setan. karakter Tuhan telah ditantang, dan musuh harus dibuktikan salah. Maka, ijin telah diberikan kepada Setan untuk menguji Ayub. Tuhan memberi kebebasan pada Setan untuk menyingkirkan semua milik Ayub.
Kebebasan ini dibatasi, untuk memberi batasan pada Setan dalam Ayub 1:10. Setan tidak boleh mengulurkan tangan pada dirinya ( Ayub 1:12). Kedaulatan Tuhan dilihat dalam pembatasan atas Setan. Ujian akan membuktikan Setan salah. Ia harus belajar bahwa Ayub tidaklah melayani Tuhan untuk keuntungan pribadi.
Setan meneruskan hal ini diluar pembatasan ini. Didalam suatu rangkaian peristiwa, semua milik Ayub, yang telah didapat hampir seumur hidupnya, telah diambil dari dia. Pencuri dari Sabeans dan Chaldeans menggerebek ternak dan membunuh penjaganya. Kilat membinasakan 7,000 domba-domba dan para gembala. Puncak bencana datang ketika angin topan membinasakan rumah, membunuh semua anak-anak Ayub ( Ayub 1:13,19). Ayub telah mengalami ujian tertinggi. Ia hancur mendengar laporan kerugian. Ini adalah pencobaan terberat Ayub, lembah paling dalam.
Ingat bahwa Ayub tidak mempunyai informasi kenapa semua ini terjadi. Ia tidak mengetahui bahwa Tuhan yang telah memilih dia sebagai Instrumen khusus untuk menunjukkan kalau manusia mencintai dan melayaniNya sebab Ia adalah Tuhan, dan untuk mempertahankan karakter Tuhan. Bagi Ayub, percobaan itu tanpa maksud dan pemahaman. Tetapi seperti akan kita lihat, Ayub membuktikan bahwa kasih dan kesetiaan manusia pada Tuhan bisa tulus, bahkan disaat yang paling pahit.
Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah.
Katanya : Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN! ( Ayub 1:20,21).
Mengoyak jubahnya dan mencukur rambutnya adalah tanda duka cita. Ini adalah ritus perkabungan. Menjatuhkan diri ketanah bukanlah suatu tindakan keputus-asaan, tapi suatu perbuatan penghormatan dan tundukan di depan Tuhan. Dengan melakukan itu, Ayub menyembah ( 1:20).
G. Campbell Morgan didalam The Analyzed Bible berkata, Ayub mati kutu melawan musuhnya sampai suatu titik tertentu. Ada suatu benteng bagian dalam yang tidak bisa disentuh musuh. Petrus menyebutnya manusia batiniah yang tersembunyi” ( 1 Petrus 3:4). Dan Paulus berkata, Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. ( 2 Korint 4:16). manusia fisik sesuai dengan bejana tanah liat ( 4:7), tubuh ( 4:10), dan tubuh yang fana ( 4:11). Tubuh adalah phisik kita, bentuk sementara, dan bisa membusuk. Segalanya—bentuk kita, pancaindera, keluarga, ketenaran, dan kekayaan terus membusuk melalui proses yang tidak bisa dihentikan. Ketika berbagai hal dibumi ini memudar, berbagai hal Rohani, adalah abadi, menjadi lebih berharga.
Kerugian Ayub tidak diragukan dialami phisiknya, tetapi Setan tidak bisa menjangkau bagian dalamnya. Setan tidak bisa sentuh hidup yang tersembunyi dengan Kristus diTuhan ( Colosse 3:3). Ayub mempelajari bahwa hidupnya tidaklah tergantung dari kelimpahan kekayaannya itu ( Lukas 12: 15). Ada suatu cahaya didalam jiwanya yang Setan tidak bisa padamkan. Ayub membuktikan bahwa anak Tuhan bisa mencintai dan melayaniNya sungguhpun semua hal materi diambil dari dia.
Barangkali kesaksian terbesar dari Iman Ayub adalah didalam kata-katanya saat serangan setan pertama. Ia berkata, Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN! ( Ayub 1:21). Pertimbangkan kata-kata itu dengan serius dan sadari. Itu bukti dari Iman Ayub terhadap kedaulatan Tuhan atas Alam semesta, mencakup bumi dan semua hal ciptaan di dalamnya, yang hidup maupun yang mati. Semua dibawah kedaulatan Tuhan. Tuhan yang memberikan Ayub keluarga dan kekayaan, dan Tuhan yang mengambilnya. Iman Ayub dalam Tuhan berhasil bertahan, seperti iman Tuhan terhadap Ayub. Ayub tidak mengutuk Tuhan seperti yang Setan ramalkan ( 1:11); melainkan, ia memuji Tuhan ( 1:21).
Hubungan pribadi Ayub dengan Tuhan tinggal ditingkatan yang paling tinggi, kendati pengalaman yang pahit telah menyentuh hidupnya. Percobaan hanya memperdalam imannya dan menarik dia semakin dekat ke Tuhan. Ia memuji Tuhan ketika kekayaan dan keluarganya diberikan padanya, dan ia tetap memujiNya ketika Tuhan mengambil itu dari dia.
Orang Kristen jangan pernah mempertanyakan kedaulatan Tuhan. Bapa surgawi tidak pernah melakukan kesalahan. Ketika kita percaya ini, kita membuktikan setan salah memperkiraan Tuhan dan anak-anakNya.


Penderitaan yang kedua

Pasal 2 dari kitab Ayub menulis percobaan yang kedua. Pertemuan yang kedua disurga mengikuti pola yang dulu. Sekali lagi para malaikat muncul di depan Tuhan, dan Setan hadir. Tuhan sekali lagi menyatakan pendapatnya tentang Ayub ( Ayub 2:13). Tetapi kali ini Ia menambahkan, Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan ( Ayub 2:3).
Tuhan mengulangi kepercayaanNya didalam Integritas Ayub dan mengingatkan Setan kalau tuduhannya terhadap Ayub adalah tanpa dasar ( tanpa penyebab). Kebohongan setan tentang Ayub telah dibuktikan.
Setan menuduh Tuhan melindungi Ayub, meminta dengan tegas bahwa pembatasan Tuhan atas dia adalah suatu rintangan dalam membuktikan hal ini. Ia tidak bisa menyangkal bahwa hilangnya Keluarga Ayub dan kekayaannya tidak pernah mengurangi kesetiaannya kepada Tuhan. Meskipun demikian, Setan menyebut kesetiaan Ayub pada Tuhan dan kegagalannya sendiri.
Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya.
Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu. ( Ayub 2:45)
Setan sedang berkata bahwa seorang manusia tidaklah benar-benar diuji sampai tulang dan dagingnya dibuat menderita. Siapapun akan menyerahkan miliknya sepanjang dia sendiri terbebas.
Kata hidup dalam ayat 4 mengacu pada Ayub, , Hidup Ayub tidaklah dimasalahkan di sini, karena jika ia dibunuh maka alasan ketulusannya tidak bisa ditentukan. Setan sedang meminta ijin Tuhan untuk menyentuh tubuh Ayub. Kematian lebih mudah daripada penderitaan; maka, jika Ayub disiksa, ia akan meninggalkan Tuhan. Perkataan setan dengan jelas menunjukkan pandangannya yang rendah atas anak Tuhan yang benar.
Maka firman TUHAN kepada Iblis: Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya ( Ayub 2:6). Tuhan menerima tantangan setan tetapi memberi pembatasan ini: Setan tidak bisa membunuh dia. Kata hidup di ayat 6 berbeda dari yang di ayat 4.
Lalu setan pergi dengan suatu balas dendam jahat terhadap utusan Tuhan yang baik. Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya ( Ayub 2:7). Mari kita jangan kehilangan fakta bahwa penderitaan phisik Ayub telah menambahkan kepedihan hatinya, atas kematian anaknya dan semua miliknya.
Adakah seorang laki-laki atau seorang perempuan, terlepas dari Yesus Kristus Tuhan kita, berada di suatu lembah yang sangat dalam atau menderita suatu percobaan yang sangat hebat? Saya pikir tidak. Borok yang membakar seperti suatu lepra muncul ditubuh Ayub, menyebabkan dia nyeri sekali dan sangat kesakitan. Gejala yang disebutkan sangat banyak: barah busuk ( 2:7); berengah dan abu dalam borok ( 7:5); mimpi mengerikan ( 7:14); air mata yang membutakan mata ( 16:16); nafas berbau busuk ( 19:17); badan yang kurus ( 19:20); erosi tulang ( 30:17); menghitamkan dan mengupas kulit ( 30:30). Setan memaksa sampai batas akhir untuk membuat Ayub berbalik dari Tuhan.
Menambah kesedihan Ayub adalah reaksi dari isterinya. Dia berkata, Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah! ( Ayub 2:9). Sebetulnya, saya tidak tahu kenapa dia bisa berkata seperti itu. Saya mencurigai bahwa dia tidak mengenal Tuhan dengan intim dan secara pribadi seperti Ayub, karena dia menyalahkan Tuhan untuk penderitaan yang terjadi dalam keluarga mereka. Sikapnya menunjukan cerminan mentaldan kondisi rohaninya. Betapapun, dia menderita kerugian yang sama seperti Ayub. Tetapi sekarang dia hanya bisa melihat dengan pasrah dan mengamatinya menderita. Itu lebih dari yang bisa dia pikul. Apapun alasan sampai dia berkata seperti itu menambah penderitaan Ayub.
Jawaban bagi isterinya, satu-satunya hartanya di atas bumi, sama sekali tidak meragukan cintanya. Itu menyatakan, kesetiaan dan cinta yang tetap teguh pada Tuhan. Dengan pertanyaan sederhana dia menyatakan kedaulatan Tuhan atas apapun yang menyentuh hidupnya, baik atau buruk: Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk? ( Ayub 2:10). Dengan pertanyaan ini , Ayub membantunya melihat bahwa dia harus sama baiknya menerima yang pahit seperti halnya yang baik. Ini merupakan suatu peringatan tentang kedaulatan Tuhan untuk melakukan apa yang ia ingin lakukan, ketika Ia memutuskan untuk melakukannya, untuk tujuanNya, dan untuk melibatkan siapapun yang Ia kehendaki. Orang yang sungguh-sungguh mencintai Tuhan akan menerima tidak hanya berbagai hal yang baik tetapi juga penderitaan.
Kita diberitahu bahwa Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya ( Ayub 2:10). Ia lulus dari ujian dengan nilai sempurna. Setan telah dikalahkan. Lebih dari itu, setan tidak nampak lagi didalam keseluruhan buku Ayub.
Ketika saya mempelajari kedua pasal dalam Ayub, kedua pertanyaan Tuhan menantang saya. Seolah-olah Tuhan bertanya, Sudahkah kamu mempertimbangkan Ayub pelayanku? Sudahkan saya belajar dari pengalaman Ayub? Apakah seluruh kehendak saya sudah diserahkan pada Tuhan, seperti Ayub? Apakah aku tetap mencintai Tuhan sejak Elsie tidak bisa bergerak dan menderita? Dapatkah aku katakan dengan sungguh-sungguh dari suatu hati berserah, Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil; terpujilah nama Tuhan?
Saya berterimakasih untuk apa yang Tuhan telah ajarkan padaku saat saya ada diruang tungguNya. Saya merasakan apa yang dirasakan Daud saat menderita, ia berdoa, Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu ( Mazmur 119:71).
Ruang tunggu telah telah sungguh-sungguh menjadi tempat belajar. Dan jika sudah tidak ada lagi yang dipelajari dari pengalaman ini, saya sekarang mengerti bahwa masih banyak yang harus dipelajari.

Saya berharap untuk bertemu Ayub suatu hari nanti. Saya akan berterima kasih atas warisan yang kaya darinya. Ia telah membantu saya untuk menghargai ujian, bukan sebagai anak panah Setan yang berapi-api ( Epesus 6:16) tetapi sebagai panah dari Tuhan ( Ayub 6:4). Ia yang mengirim panah itu telah membalut dan merawat lukanya. Menurut waktuNya, dan untuk tujuan baikNya, Ia akan menyembuhkannya dengan sempurna. Meskipun ia membunuh aku, namun aku akan tetap percaya ( Ayub 13:15..)

Bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa









        Judul: Bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa

Mazmur ini menyatakan keyakinan pemazmur akan berkat Tuhan yang akan
    dicurahkan kepada umat-Nya, khususnya kepada keluarga. Berkat itu
    ialah kesejahteraan dalam keluarga (2-3), masyarakat (5a), dan
    bersifat turun temurun (5b).Berkat itu dicurahkan kepada umat yang
    hidup menurut jalan Tuhan (1).

Bagi keluarga yang takut akan Tuhan, Tuhan memberkati mereka dengan
    kecukupan. Dapurnya akan terus mengebul. Tentu saja berkat ini
    merupakan hasil upaya kerja jujur dan kerja keras kepala rumah
    tangga, dan bukan hasil korupsi atau mencuri! Semua hasil kerja
    itu akan dapat dinikmati seisi rumah tangga dengan damai
    sejahtera. Memiliki anak juga merupakan berkat.Anak merupakan
    kebanggaan dan kehormatan bagi keluarga.Tentu saja, berkat ini
    semakin dapat dinikmati ketika kepala keluarga juga menjalankan
    fungsi imam keluarga, di mana anak-anak mendapatkan pendidikan
    iman mereka sejak dini (lih.Ul. 6:5-9).

Keluarga-keluarga yang diberkati Tuhan merupakan berkat bagi satu
    bangsa.Keluarga yang mendasarkan relasi antar anggotanya dengan
    takut akan Tuhan sehingga saling menghormati dan menghargai,
    menjadi pusar pelatihan dasar hidup bermasyarakat. Bangsa yang
    besar dimulai dari hormat dan tunduk pada otoritas yang
    benar.Tuhan memberkati bangsa sedemikian.

Masyarakat yang takut akan Tuhan akan diberkati turun temurun. Hal ini
    kontras dengan kenyataan sejarah di dalam Alkitab. Bangsa-bangsa
    sehebat apa pun, ketika tidak memelihara takut akan Tuhan, menjadi
    bangsa yang sombong, kejam, dan jahat. Tidak ada satu pun bangsa
    seperti itu yang bertahan dalam panggung sejarah!

Mari mulai melihat keluarga kita masing-masing. Sudahkah kita
    menjalankan peran dengan benar di keluarga kita? Ingat berkat-Nya
    tercurah untuk keluarga kita, juga untuk masyarakat dan bangsa
    kita!





    Mazmur 128

 1  Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN,
    yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
 2  Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah
    engkau dan baiklah keadaanmu!
 3  Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam
    rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!
 4  Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut
    akan TUHAN.
 5  Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat
    kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,
 6  dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas

    Israel ..

Selasa, 05 Agustus 2014

Damai Sejahtera sebagai Panduan




                                                     Ayat bacaan: Kolose 3:15 (BIS)
 =====================
"Hendaklah keputusan-keputusanmu ditentukan oleh kedamaian yang diberikan oleh Kristus di dalam hatimu. Sebab Allah memanggil kalian untuk menjadi anggota satu tubuh, supaya kalian hidup dalam kedamaian dari Kristus itu. Hendaklah kalian berterima kasih."
                                                                  
                                                              



 Apa yang seharusnya mendasari pengambilan-pengambilan keputusan terutama yang penting atau krusial? Meskipun terkadang keputusan yang diambil harus cepat, saya selalu berusaha untuk mengambil waktu sejenak agar keputusan bisa diambil saat kondisi hati sedang tenang, tidak terganggu oleh hal apapun. Memutuskan sesuatu saat hati sedang panas, tidak tenang, sedang kesal seringkali akan berbeda hasilnya dengan saat dimana kita bisa berpikir jernih tanpa terganggu oleh suasana hati. Saat ada yang mengesalkan misalnya, keputusan bisa sangat dipengaruhi suasana hati yang seringkali pada akhirnya akan menghasilkan hal-hal yang kemudian akan kita sesali. Ada yang mengambil keputusan cerai karena emosi kemudian menyesal saat sudah terlanjur terjadi. Orang tua yang kehilangan anak-anaknya setelah dewasa akibat sulit mengontrol emosi dalam membesarkan mereka, pasangan-pasangan yang kemudian putus karena berbagai keputusan yang salah akibat didasari rasa cemburu berlebihan, orang yang kemudian merugi dalam usaha karena mengambil keputusan-keputusan salah tanpa pertimbangan matang, semua ini adalah sedikit contoh dari banyaknya kasus lain yang merugikan bahkan menghancurkan karena pengambilan keputusan salah dengan didasari oleh keadaan hati yang sedang tidak tenang atau tidak stabil.

 Disisi lain, hati pun bisa terkontaminasi oleh banyak hal lain seperti tergiur oleh keuntungan yang tampaknya menjanjikan. Banyak orang yang hanya mengikuti pikirannya sendiri tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Tuhan dan meminta persetujuanNya. Keuntungan yang memikat membuat kita terlalu cepat berpikir bahwa itulah yang terbaik. Dari sana lantas terus melanjutkannya meski hati nurani sebenarnya sudah mengingatkan agar setidaknya kita hati-hati dan mempelajari secara seksama terlebih dahulu. Dan pada akhirnya ketika kita mengalami kerugian akibat terburu-buru dalam mengambil keputusan. Setelah itu terjadi, barulah kita teringat bahwa sebenarnya ketika menjalaninya Roh Kudus sudah berulang kali berbicara menasihati, tapi pikiran dan hati kita sedang tercemar sehingga tertutup. Salah satu indikasi yang paling sering dan paling mudah dirasa adalah tidak adanya rasa damai sejahtera ketika melakukan hal yang keliru itu, atau saat mengambil sebuah keputusan. Pernahkah anda merasa harus berhenti saat melakukan kebodohan ketika hati anda sedang panas terbakar oleh emosi? Di saat seperti itu seharusnya kita mendengar suara dalam hati kita dan segera berhenti sebelum perbuatan kita membawa korban yang bisa saja terlambat meski disesali. Tuhan selalu siap mengingatkan manusia dengan berbagai cara, termasuk lewat hati kita. Saat kita mengambil sebuah tndakan lalu menyadari bahwa kita tidak lagi merasakan damai sejahtera atau tenteram mengenai tindakan itu, hal terbaik yang seharusnya kita lakukan adalah berhenti segera. Tetapi yang sering terjadi kita malah menutup mata hati dan terus melanjutkan meski damai sejahtera tidak lagi kita rasakan. Sudah kepalang tanggung, terlanjur basah, atau keuntungan yang diimingkan terlihat begitu menggiurkan, atau emosi rasanya belum puas dilampiaskan. Apapun alasannya, kita tidak boleh membiarkan kekeliruan saat kita sudah diingatkan lewat hati.

 Ingatlah bahwa tuntunan batin dari Roh Kudus bisa membawa rasa kegelisahan saat kita keliru bersikap atau damai saat kita mengikuti tuntunan dengan baik. Ini adalah sesuatu yang harus kita pikirkan dengan cermat. Bagi orang percaya, Yesus sudah mengutus Penolong yakni Roh Kudus untuk menyertai kita selama-lamanya. "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu." (Yohanes 14:16-17). Roh Kudus akan membantu mengingatkan kita, menegur, menasihati dalam kelemahan kita, termasuk di dalamnya membantu kita untuk menyampaikan kepada Allah tentang keluhan-keluhan yang tidak lagi bisa terucapkan oleh kita. (Roma 8:26). Kalau kita peka, kita akan mudah merasakan betapa seringnya Roh Kudus memberitahukan banyak hal lewat batin kita. Itu adalah salah satu cara yang kerap dipakai oleh Tuhan untuk membimbing anak-anakNya. Tetapi kehendak bebas yang Dia berikan kepada kita membuat kita bisa memilih untuk patuh atau tidak terhadap suaraNya. Satu hal yang pasti, Tuhan tahu tentang apa yang terbaik buat kita lebih dari apa yang kita pikir terbaik buat kita sendiri.


 Sebuah ayat dalam surat Kolose menyatakan hal ini. "Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah." (Kolose 3:15). Dalam versi lainnya dikatakan "Hendaklah keputusan-keputusanmu ditentukan oleh kedamaian yang diberikan oleh Kristus di dalam hatimu. Sebab Allah memanggil kalian untuk menjadi anggota satu tubuh, supaya kalian hidup dalam kedamaian dari Kristus itu. Hendaklah kalian berterima kasih."(BIS). Lihatlah bahwa rasa damai sejahtera Kristus bisa menjadi pemandu kita. Dari ketiga versi di atas kita bisa melihat jelas bahwa damai sejahtera Kristus mampu bertindak seperti itu. Apakah kita sudah pernah merasakannya, setidaknya tahu, atau malah tidak tahu sama sekali, persoalannya ada pada kita sendiri. Yang jelas damai sejahtera Kristus akan selalu mampu menjadi peringatan apakah keputusan atau tindakan yang kita ambil itu baik atau buruk bagi kita maupun orang lain, juga benar atau salah di mata Tuhan.
                                           NATAL PEMUDA / REMAJA GPI SIDANG PERAWA

Kamis, 31 Juli 2014

JALAN YANG BENAR MEMPEROLEH HIDUP YANG KEKAL




 ( YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN DAN JURUSELAMAT BAGI SEGALA BANGSA )


                               BAB 1. JALAN YANG BENAR

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”( Matius 7:12-14)

YESUS KRISTUS ADALAH JALAN YANG BENAR
 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. ( Yohanes 14:6 )



                      BAB 2.KESAKSIAN YESUS KRISTUS TENTANG DIRINYA

Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.

Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.

Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa? Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu. Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?” (Yohanes 5:19-47)



                                      BAB 3. RUMAH BAPA DI SURGA

 Yesus Kristus berkata : “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” (Yohanes 14:1-14 )



             BAB 4. YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN DAN JURUSELAMAT

 Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. (Kisah Para Rasul 11:20)

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9)
 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus. (1 Korintus 12:3)

Karena Anak manusia ( Yesus Kristus ) adalah Tuhan atas hari Sabat.” (Matius 12:8)
 Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak manusia ( Yesus Kristus ) adalah Tuhan atas hari Sabat.”( Lukas 6:5)
 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. (1 Yohanes 2:22)
 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. (1 Yohanes 4:15)

Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya. (1 Yohanes 5:1)
 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan , di kota Daud. (Luk 2:11)
 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. (1Yoh 4:14)

Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga , dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, (Flp 3:20)

Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal , yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. (2Ptr 1:11)

Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. (2Ptr 3:18)
 Dialah ( Yesus Kristus ) yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. (Kis 5:31)
 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. (2Tim 1:10)



                          BAB 5. KESELAMATAN DAN HIDUP YANG KEKAL

Keselamatan menjauh dari orang-orang fasik, sebab ketetapan-ketetapan-Mu tidaklah mereka cari. (Mzm 119:155)

Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan . (Rm 10:13)
 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.(Kis2:21)

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman ; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu : jangan ada orang yang memegahkan diri.( Efesus2:8-9)
 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan–yaitu kamu sendiri–,namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. “( Kisah 4:11-12)

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia (Yesus Kristus ) harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.(Yohanes3:14-15)
 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. (Yoh 6:47)
 Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. (1Yoh 2:25)
 Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya. (Yer 10:10)

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Rm 6:23)

Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. (Yud 1:21)
 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya ( Yesus Kristus ). (1Yoh 5:11)

Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” (Yoh 3:36)
 Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah ( Yesus Kristus ), tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal . (1Yoh 5:13)



BAB 6. JALAN YANG BENAR DAN HIDUP YANG KEKAL BAGI SEGALA BANGSA

Bagaimana caranya memperoleh hidup yang kekal?
 1. Akuilah dihadapan Allah di Surga bahwa anda telah berdosa.
 2. Akuilah bahwa anda memerlukan Juruselamat.
 3. Terimalah Yesus Kristus menjadi Tuhan dan Juruselamat anda.


Selanjutnya, berdoalah kepada Allah Bapa di Surga untuk menemukan Gereja Kristen yang benar. Gereja Kristen yang berjalan dalam kebenaran firman Allah yang kudus tanpa ada tambahan ajaran lain yang bersifat tradisi yang bertentangan dengan firman Allah, Alkitab. Berilah dirimu dibaptis dan bertumbuh dalam iman yang benar di Gereja Kristen yang benar.Hiduplah sesuai dengan kebenaran firman Allah.

***********amin******TUHAN MEMBERKATI**********

Kedamaian Hanya di dalam Yesus




                                           Kedamaian Hanya di dalam Yesus

Sebagai orang percaya, saya meyakini bahwa kedamaian hanya di dalam Yesus. Tidak di tempat lain. Di dalam Yesus, akan selalu ada damai yang menentramkan hati kita. Orang boleh saja berkata ada kedamaian di sana sini, namun lewat pengalaman hidup ini saya jadi percaya bahwa sungguh kedamaian hanya di dalam Yesus.

Melalui pengalaman hidup sendiri dan jauh dari orangtua, saya begitu merasakan bahwa Yesus memberikan damai yang sesungguhnya. Kedamaian yang membuat saya tenang meskipun ada banyak pergumulan dan masalah. Kedamaian yang membuat saya bisa fokus belajar. Kedamaian yang membuat saya dapat tidur dengan nyenyak setiap malam. Kedamaian yang membuat saya bisa efisien dan memanfaatkan waktu dengan baik. Kedamaian yang membuat saya dapat menemukan sukacita ketika bersama-sama tertawa dengan teman-teman. Kedamaian yang memberikan saya kesempatan untuk dapat terus mengeluarkan ide-ide yang baru setiap harinya. Ide dan cerita yang akan terus sayang tuangkan melalui tulisan dalam blog ini.

Di akhir tulisan singkat ini, saya ingin melampirkan juga sebuah lagu yang sangat menggugah hati saya. Lagu ini sering  dinyanyikan dalam ibadah GEREJA  . Ketika menyanyikannya saya begitu tersentuh akan syairnya. Sungguh kedamaian hanya di dalam Yesus saja. Sebab hanya Yesus damai yang sejati.

Kala kucari damai
 Hanya kudapat dalam Yesus
 Kala kucari ketenangan
 Hanya kutemui di dalam Yesus
 Tak satupun dapat menghiburku
 Tak seorangpun dapat menolongku
 Hanya Yesus jawaban hidupku

                                                    Reff**                     Bersama Dia hatiku damai
                                                                                     Walau dalam lembah kekelaman
                                                                                     Bersama Dia hatiku tenang
                                                                                     Walau hidup penuh tantangan
                                                                                    Tak satupun dapat menghiburku
                                                                                    Tak seorangpun dapat menolongku
                                                                                     Hanya Yesus jawaban hidupku