Selasa, 05 Agustus 2014

Damai Sejahtera sebagai Panduan




                                                     Ayat bacaan: Kolose 3:15 (BIS)
 =====================
"Hendaklah keputusan-keputusanmu ditentukan oleh kedamaian yang diberikan oleh Kristus di dalam hatimu. Sebab Allah memanggil kalian untuk menjadi anggota satu tubuh, supaya kalian hidup dalam kedamaian dari Kristus itu. Hendaklah kalian berterima kasih."
                                                                  
                                                              



 Apa yang seharusnya mendasari pengambilan-pengambilan keputusan terutama yang penting atau krusial? Meskipun terkadang keputusan yang diambil harus cepat, saya selalu berusaha untuk mengambil waktu sejenak agar keputusan bisa diambil saat kondisi hati sedang tenang, tidak terganggu oleh hal apapun. Memutuskan sesuatu saat hati sedang panas, tidak tenang, sedang kesal seringkali akan berbeda hasilnya dengan saat dimana kita bisa berpikir jernih tanpa terganggu oleh suasana hati. Saat ada yang mengesalkan misalnya, keputusan bisa sangat dipengaruhi suasana hati yang seringkali pada akhirnya akan menghasilkan hal-hal yang kemudian akan kita sesali. Ada yang mengambil keputusan cerai karena emosi kemudian menyesal saat sudah terlanjur terjadi. Orang tua yang kehilangan anak-anaknya setelah dewasa akibat sulit mengontrol emosi dalam membesarkan mereka, pasangan-pasangan yang kemudian putus karena berbagai keputusan yang salah akibat didasari rasa cemburu berlebihan, orang yang kemudian merugi dalam usaha karena mengambil keputusan-keputusan salah tanpa pertimbangan matang, semua ini adalah sedikit contoh dari banyaknya kasus lain yang merugikan bahkan menghancurkan karena pengambilan keputusan salah dengan didasari oleh keadaan hati yang sedang tidak tenang atau tidak stabil.

 Disisi lain, hati pun bisa terkontaminasi oleh banyak hal lain seperti tergiur oleh keuntungan yang tampaknya menjanjikan. Banyak orang yang hanya mengikuti pikirannya sendiri tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Tuhan dan meminta persetujuanNya. Keuntungan yang memikat membuat kita terlalu cepat berpikir bahwa itulah yang terbaik. Dari sana lantas terus melanjutkannya meski hati nurani sebenarnya sudah mengingatkan agar setidaknya kita hati-hati dan mempelajari secara seksama terlebih dahulu. Dan pada akhirnya ketika kita mengalami kerugian akibat terburu-buru dalam mengambil keputusan. Setelah itu terjadi, barulah kita teringat bahwa sebenarnya ketika menjalaninya Roh Kudus sudah berulang kali berbicara menasihati, tapi pikiran dan hati kita sedang tercemar sehingga tertutup. Salah satu indikasi yang paling sering dan paling mudah dirasa adalah tidak adanya rasa damai sejahtera ketika melakukan hal yang keliru itu, atau saat mengambil sebuah keputusan. Pernahkah anda merasa harus berhenti saat melakukan kebodohan ketika hati anda sedang panas terbakar oleh emosi? Di saat seperti itu seharusnya kita mendengar suara dalam hati kita dan segera berhenti sebelum perbuatan kita membawa korban yang bisa saja terlambat meski disesali. Tuhan selalu siap mengingatkan manusia dengan berbagai cara, termasuk lewat hati kita. Saat kita mengambil sebuah tndakan lalu menyadari bahwa kita tidak lagi merasakan damai sejahtera atau tenteram mengenai tindakan itu, hal terbaik yang seharusnya kita lakukan adalah berhenti segera. Tetapi yang sering terjadi kita malah menutup mata hati dan terus melanjutkan meski damai sejahtera tidak lagi kita rasakan. Sudah kepalang tanggung, terlanjur basah, atau keuntungan yang diimingkan terlihat begitu menggiurkan, atau emosi rasanya belum puas dilampiaskan. Apapun alasannya, kita tidak boleh membiarkan kekeliruan saat kita sudah diingatkan lewat hati.

 Ingatlah bahwa tuntunan batin dari Roh Kudus bisa membawa rasa kegelisahan saat kita keliru bersikap atau damai saat kita mengikuti tuntunan dengan baik. Ini adalah sesuatu yang harus kita pikirkan dengan cermat. Bagi orang percaya, Yesus sudah mengutus Penolong yakni Roh Kudus untuk menyertai kita selama-lamanya. "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu." (Yohanes 14:16-17). Roh Kudus akan membantu mengingatkan kita, menegur, menasihati dalam kelemahan kita, termasuk di dalamnya membantu kita untuk menyampaikan kepada Allah tentang keluhan-keluhan yang tidak lagi bisa terucapkan oleh kita. (Roma 8:26). Kalau kita peka, kita akan mudah merasakan betapa seringnya Roh Kudus memberitahukan banyak hal lewat batin kita. Itu adalah salah satu cara yang kerap dipakai oleh Tuhan untuk membimbing anak-anakNya. Tetapi kehendak bebas yang Dia berikan kepada kita membuat kita bisa memilih untuk patuh atau tidak terhadap suaraNya. Satu hal yang pasti, Tuhan tahu tentang apa yang terbaik buat kita lebih dari apa yang kita pikir terbaik buat kita sendiri.


 Sebuah ayat dalam surat Kolose menyatakan hal ini. "Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah." (Kolose 3:15). Dalam versi lainnya dikatakan "Hendaklah keputusan-keputusanmu ditentukan oleh kedamaian yang diberikan oleh Kristus di dalam hatimu. Sebab Allah memanggil kalian untuk menjadi anggota satu tubuh, supaya kalian hidup dalam kedamaian dari Kristus itu. Hendaklah kalian berterima kasih."(BIS). Lihatlah bahwa rasa damai sejahtera Kristus bisa menjadi pemandu kita. Dari ketiga versi di atas kita bisa melihat jelas bahwa damai sejahtera Kristus mampu bertindak seperti itu. Apakah kita sudah pernah merasakannya, setidaknya tahu, atau malah tidak tahu sama sekali, persoalannya ada pada kita sendiri. Yang jelas damai sejahtera Kristus akan selalu mampu menjadi peringatan apakah keputusan atau tindakan yang kita ambil itu baik atau buruk bagi kita maupun orang lain, juga benar atau salah di mata Tuhan.
                                           NATAL PEMUDA / REMAJA GPI SIDANG PERAWA

Kamis, 31 Juli 2014

JALAN YANG BENAR MEMPEROLEH HIDUP YANG KEKAL




 ( YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN DAN JURUSELAMAT BAGI SEGALA BANGSA )


                               BAB 1. JALAN YANG BENAR

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”( Matius 7:12-14)

YESUS KRISTUS ADALAH JALAN YANG BENAR
 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. ( Yohanes 14:6 )



                      BAB 2.KESAKSIAN YESUS KRISTUS TENTANG DIRINYA

Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.

Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.

Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa? Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu. Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?” (Yohanes 5:19-47)



                                      BAB 3. RUMAH BAPA DI SURGA

 Yesus Kristus berkata : “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” (Yohanes 14:1-14 )



             BAB 4. YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN DAN JURUSELAMAT

 Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. (Kisah Para Rasul 11:20)

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9)
 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus. (1 Korintus 12:3)

Karena Anak manusia ( Yesus Kristus ) adalah Tuhan atas hari Sabat.” (Matius 12:8)
 Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak manusia ( Yesus Kristus ) adalah Tuhan atas hari Sabat.”( Lukas 6:5)
 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. (1 Yohanes 2:22)
 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. (1 Yohanes 4:15)

Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya. (1 Yohanes 5:1)
 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan , di kota Daud. (Luk 2:11)
 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. (1Yoh 4:14)

Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga , dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, (Flp 3:20)

Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal , yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. (2Ptr 1:11)

Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. (2Ptr 3:18)
 Dialah ( Yesus Kristus ) yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. (Kis 5:31)
 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. (2Tim 1:10)



                          BAB 5. KESELAMATAN DAN HIDUP YANG KEKAL

Keselamatan menjauh dari orang-orang fasik, sebab ketetapan-ketetapan-Mu tidaklah mereka cari. (Mzm 119:155)

Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan . (Rm 10:13)
 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.(Kis2:21)

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman ; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu : jangan ada orang yang memegahkan diri.( Efesus2:8-9)
 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan–yaitu kamu sendiri–,namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. “( Kisah 4:11-12)

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia (Yesus Kristus ) harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.(Yohanes3:14-15)
 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. (Yoh 6:47)
 Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. (1Yoh 2:25)
 Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya. (Yer 10:10)

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Rm 6:23)

Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. (Yud 1:21)
 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya ( Yesus Kristus ). (1Yoh 5:11)

Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” (Yoh 3:36)
 Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah ( Yesus Kristus ), tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal . (1Yoh 5:13)



BAB 6. JALAN YANG BENAR DAN HIDUP YANG KEKAL BAGI SEGALA BANGSA

Bagaimana caranya memperoleh hidup yang kekal?
 1. Akuilah dihadapan Allah di Surga bahwa anda telah berdosa.
 2. Akuilah bahwa anda memerlukan Juruselamat.
 3. Terimalah Yesus Kristus menjadi Tuhan dan Juruselamat anda.


Selanjutnya, berdoalah kepada Allah Bapa di Surga untuk menemukan Gereja Kristen yang benar. Gereja Kristen yang berjalan dalam kebenaran firman Allah yang kudus tanpa ada tambahan ajaran lain yang bersifat tradisi yang bertentangan dengan firman Allah, Alkitab. Berilah dirimu dibaptis dan bertumbuh dalam iman yang benar di Gereja Kristen yang benar.Hiduplah sesuai dengan kebenaran firman Allah.

***********amin******TUHAN MEMBERKATI**********

Kedamaian Hanya di dalam Yesus




                                           Kedamaian Hanya di dalam Yesus

Sebagai orang percaya, saya meyakini bahwa kedamaian hanya di dalam Yesus. Tidak di tempat lain. Di dalam Yesus, akan selalu ada damai yang menentramkan hati kita. Orang boleh saja berkata ada kedamaian di sana sini, namun lewat pengalaman hidup ini saya jadi percaya bahwa sungguh kedamaian hanya di dalam Yesus.

Melalui pengalaman hidup sendiri dan jauh dari orangtua, saya begitu merasakan bahwa Yesus memberikan damai yang sesungguhnya. Kedamaian yang membuat saya tenang meskipun ada banyak pergumulan dan masalah. Kedamaian yang membuat saya bisa fokus belajar. Kedamaian yang membuat saya dapat tidur dengan nyenyak setiap malam. Kedamaian yang membuat saya bisa efisien dan memanfaatkan waktu dengan baik. Kedamaian yang membuat saya dapat menemukan sukacita ketika bersama-sama tertawa dengan teman-teman. Kedamaian yang memberikan saya kesempatan untuk dapat terus mengeluarkan ide-ide yang baru setiap harinya. Ide dan cerita yang akan terus sayang tuangkan melalui tulisan dalam blog ini.

Di akhir tulisan singkat ini, saya ingin melampirkan juga sebuah lagu yang sangat menggugah hati saya. Lagu ini sering  dinyanyikan dalam ibadah GEREJA  . Ketika menyanyikannya saya begitu tersentuh akan syairnya. Sungguh kedamaian hanya di dalam Yesus saja. Sebab hanya Yesus damai yang sejati.

Kala kucari damai
 Hanya kudapat dalam Yesus
 Kala kucari ketenangan
 Hanya kutemui di dalam Yesus
 Tak satupun dapat menghiburku
 Tak seorangpun dapat menolongku
 Hanya Yesus jawaban hidupku

                                                    Reff**                     Bersama Dia hatiku damai
                                                                                     Walau dalam lembah kekelaman
                                                                                     Bersama Dia hatiku tenang
                                                                                     Walau hidup penuh tantangan
                                                                                    Tak satupun dapat menghiburku
                                                                                    Tak seorangpun dapat menolongku
                                                                                     Hanya Yesus jawaban hidupku

Tenang Bersama Tuhan



                                                   Tenang Bersama Tuhan


Dalam hidup ini seringkali kita menjumpai banyak orang yang memiliki uang yang banyak, memiliki kedudukan yang tinggi dalam pekerjaan bahkan memiliki segalanya namun mereka merasa hidupnya hampa, tidak memiliki ketenangan. Dan juga ada banyak orang yang sulit mendapatkan ketenangan dan kedamaian sebab mereka mencemaskan masa depannya, atau terkadang kita mengalami banyak masalah, persoalan yang tidak pernah berhenti sehingga kita menjadi depresi, putus asa.

Dari semua ini setiap orang senantiasa berusaha mencari ketenangan, namun semuanya sia-sia karena ketenangan hanya kita temukan di dalam Tuhan saja. Oleh sebab itu sebagai orang percaya jangan biarkan persoalan dapat kita kehilangan damai sejahtera sebab kita memiliki Tuhan yang berkuasa.  Kita dapat menjalaninya bersama Tuhan maka kita akan tetap menghadapi semua itu dengan tenang bahkan akan berkemenangan.

Dalam situasi apapun tetaplah menjalaninya bersama Tuhan karena Tuhan memiliki banyak cara dan jalan untuk menolong. Cara Tuhan berbeda dengan cara kita namun jalan Tuhan itulah yang dapat menolong kita. Bersama Tuhan kita pasti mendapat ketenangan sebab di saat kita merasa menghadapi jalan buntu, disana Tuhan dapat membuka jalan baru. Atau bahkan saat kita merasa persoalan yang kita alami begitu berat, Tuhan sanggup menolong, janganlah cemas dan tetap percaya saja kepada Tuhan.

Bersama Tuhan kita juga akan mendapatkan perlindungan dan jaminan yang kekal, sehingga kita akan terluput dari segala bahaya. Bahkan kita tidak perlu cemas dengan setiap kebutuhan kita karena Tuhan pasti akan mencukupinya. Walupun banyak persoalan yang menimpa namun saat kita dekat dengan Tuhan kita pasti dapat menghadapinya bersama Tuhan.

Dalam hidup ini selalu kita jumpai masalah, tantangan, kegagalan namun jangan pernah itu mencuri rasa ketenangan dan kedamaian kita. Hidup dalam ketenangan tidak ditentukan oleh banyaknya harta namun saat kita menjalaninya bersama Tuhan. Mari kita boleh belajar hidup tenang, supaya kita bisa melihat pertolongan Tuhan dinyatakan.

Bahkan biarlah kita senantiasa hidup dalam iman serta penyerahan kepada Tuhan dan senantiasa dekat dengan Tuhan karena dalam hidup ini tidak ada cara lain yang dapat memberikan kita ketenangan bahkan tidak ada jaminan yang dapat membuat kita menjadi tenang selain hanya di dalam Yesus saja, Dia adalah satu satunya sumber damai sejahtera kita. Ketika kita sudah menjalani hidup bersama Tuhan maka tidak ada lagi hal yang patut kita cemaskan sebab Dia memberikan kemenangan.

Mazmur 62:2-3 – “Hanya dekat Allah saja aku tenang, daripada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

Selasa, 29 Juli 2014

PESAN TERAHIR YOSUA

Pesan Terakhir Yosua

 ====================
"Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN."


 Jika hidup tengah berada di saat-saat terakhir, biasanya orang akan menyampaikan pesan yang ia anggap terpenting karena ia tidak lagi punya waktu untuk berpesan panjang-panjang. Itulah sebabnya selama masih ada kesempatan, pesan terakhir dari orang sedang menjelang ajal menjadi sangat penting untuk diingat oleh pasangan, anak-anak atau anggota keluarga terdekat lainnya. Kakek saya meninggalkan pesan secara khusus kepada saya sebelum ia jatuh koma dan kemudian meninggal beberapa jam sesudahnya. Ia meminta saya untuk menjaga kerukunan keluarga besar dari ayah saya, mengingatkan meski banyak perbedaan disana, tapi semuanya harus tetap bersatu dan rukun. Ibu saya memberi pesan terakhir agar saya tetap akur dengan adik saya. Kedua pesan terakhir ini sampai hari ini masih saya pegang teguh sebagai amanah yang tidak boleh saya langgar, apapun alasannya. Mengapa? Karena saya menganggap pesan terakhir sebagai sesuatu yang dianggap sangat penting oleh kedua orang yang sangat saya sayangi ini.

 Hari ini mari kita melihat pesan terakhir dari Yosua. Yosua punya sejarah hidup yang sangat menarik untuk disimak. Penuh warna, penuh petualangan dengan beragam pengalaman sejak masa mudanya yang akhirnya membentuk karakter Yosua secara luar biasa. Yosua pernah di utus sebagai satu dari selusin mata-mata yang dikirim untuk mengintai kondisi tanah yang dijanjikan Tuhan selama 40 hari. (Bilangan 13:8,16). Sekembalinya, ia adalah satu dari dua orang bersama Kaleb yang membawa hasil pengamatan positif, bukan berdasarkan apa yang ia lihat tapi semata-mata karena mempergunakan mata iman yang percaya kepada janji Tuhan. Ia juga pernah mengalami masa sebagai prajurit perang yang gagah berani menghadapi orang Amalek (Keluaran 17:8-16). Yang tidak kalah menariknya adalah saat Yosua masih muda sebagai abdi Musa, yang mengikuti kemanapun Musa pergi selama masa perjalanan di padang gurun. Pengalaman menariknya hadir pada suatu kali ketika ia menyertai Musa untuk bertemu dengan Tuhan di atas gunung Sinai. Bukan para tua-tua yang dibawa Musa ke atas, tetapi justru Yosua muda lah yang ia bawa. (Keluaran 24:12-14). Disana Yosua mengalami sebuah pengalaman yang luar biasa. Alkitab mencatat: "Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu." (33:11). Mengapa Yosua? Saya yakin Tuhan sejak semula mempersiapkan Yosua untuk menerima tanggungjawab berat kelak menggantikan Musa. Menyaksikan kemuliaan Tuhan secara langsung seperti itu ternyata sangatlah berkesan baginya, sampai-sampai ia dikatakan tidak mau beranjak keluar dari kemah yang penuh hadirat Tuhan. Maka selanjutnya kita menyaksikan bahwa ia diangkat Tuhan untuk menggantikan Musa dan memimpin bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. "Kepada Yosua bin Nun diberi-Nya perintah, firman-Nya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan membawa orang Israel ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka, dan Aku akan menyertai engkau."(Ulangan 31:23).

 Petualangan yang panjang penuh pengalaman mengesankan mengisi buku sejarah hidup Yosua dengan sangat indah. Akhirnya dalam Yosua pasal 24 kita bertemu dengan Yosua di penghujung hidupnya. Saat itu ia sudah berumur lebih dari seratus tahun. Ia tahu bahwa sisa umurnya tidaklah lama lagi, maka ia menganggap bahwa saat untuk menyampaikan pesan terakhirnya pun sudah tiba. "Kemudian Yosua mengumpulkan semua suku orang Israel di Sikhem. Dipanggilnya para tua-tua orang Israel, para kepalanya, para hakimnya dan para pengatur pasukannya, lalu mereka berdiri di hadapan Allah." (Yosua 24:1). Sikhem merupakan tempat yang penuh makna bagi bangsa Israel baik dalam kisah Abraham, Yakub dan sebagainya. Maka tepatlah jika sebuah tempat yang bersejarah ini dipakai oleh Yosua untuk menyampaikan pesan terakhirnya sekaligus memperbaharui perjanjian antara bangsa Israel dengan Tuhan. Melihat sepak terjang Yosua sejak masa mudanya hingga di penghujung hidup, tentu ada banyak yang bisa diceritakan oleh Yosua sebagai pesan maupun peringatan bagi bangsa Israel bagaimana mereka harus hidup setelah ia mangkat. Ada begitu banyak pesan penting yang bisa ia sampaikan, tetapi sebagaimana pentingnya sebuah pesan terakhir, Yosua mengambil sebuah kalimat yang singkat sebagai rangkuman dari sejarahnya yang sangat berharga untuk dibagikan. Pengalaman yang membawa keteladanan dirangkum dalam satu kesimpulan untuk disampaikan sebagai amanah yang harus dicamkan oleh bangsa Israel. Inilah yang dikatakan Yosua. "Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN." (Yosua 24:14). Itulah bunyi pesan terakhir sebagai rangkuman atau kesimpulan dari segala pengalaman hidupnya.

 Ada tiga pesan yang ia sampaikan yaitu:
 1. Takutlah akan Tuhan,
 2. beribadahlah kepada tuhan dengan (a). tulus, (b). iklas dan (c). setia, dan
 3. jangan menyembah allah-allah lain melainkan kepada Tuhan saja.
 Tiga pesan yang teramat penting hadir sebagai peringatan yang didasarkan pada pengalaman hidupnya yang luar biasa


Dalam hidup kita akan selalu berhadapan dengan pilihan-pilihan dan akan selalu bertemu dengan saat-saat dimana kita harus mengambil keputusan demi keputusan. Tuhan sendiri tidak menciptakan kita sebagai robot-robot atau bagai boneka yang diikat dengan tali. Itu bukanlah kehendakNya, karena Dia ingin menciptakan kita menurut gambar dan rupaNya dengan kemampuan untuk mengambil keputusan yang baik serta bijaksana, agar kita tampil bukan sebagai mahluk tak berjiwa tapi bisa menjadi anak-anakNya yang mampu berinteraksi secara intim denganNya. Tuhan memberikan kita kehendak bebas, dan disana jelas diperlukan kemampuan untuk mengambil keputusan-keputusan yang benar dalam setiap langkah. Apakah kita mau mendengar dan menuruti serta melakukan FirmanNya, sesuai dengan kehendakNya agar bisa menuai janji-janjiNya termasuk keselamatan yang telah Dia anugerahkan lewat Kristus atau kita memilih untuk mengabaikan semuanya dan lebih suka untuk masuk ke dalam tempat yang sangat berbanding terbalik dengan Surga yang penuh kemuliaan Tuhan.

 Keputusan yang kita ambil akan berdampak pada langkah selanjutnya. Hidup sesungguhnya merupakan rangkaian sekuens yang saling tersambung satu sama lain. Secara garis besar ada dua pilihan yang bisa kita pilih, apakah berkat atau kutuk seperti dalam Ulangan 28. Ayat 1-14 berisi janji berkat, sementara ayat 15-46 berisi kutuk. Karena semuanya sudah dituliskan dengan terperinci, pilihan mana yang akan mengarah kepada salah satunya, dan apa saja yang akan terjadi apabila kita memilih satu diantaranya, maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk mengatakan kita tidak tahu atau tidak peduli.

 Rangkaian kotbah terakhir Musa sebelum digantikan Yosua pun mengingatkan: "Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan." (Ulangan 30:15). Lalu selanjutnya ia berpesan: "Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub..." (ay 19-20). Kelak Yosua pun mengingatkan lagi soal pilihan ini. "Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini." (Yosua 24:15a). Sekali lagi, life is full of choices and needs our ability to make good decisions. Tapi bagi Yosua dan keluarganya, beribadah kepada Tuhan merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi. Yosua mengambil pilihan itu. Itu tergambar dari seluruh perjalanan hidupnya dan itulah yang ia sampaikan sebagai kesaksiannya kepada bangsa Israel sebelum ia dipanggil Tuhan. "Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" (ay 15b).

 Berdasarkan pengalaman hidupnya, Yosua menyampaikan kunci keberhasilan dalam menjalani hidup. Ia sudah membuktikan sendiri bagaimana iman yang percaya penuh pada Tuhan mampu membawanya satu kemenangan kepada kemenangan lain. Ia sudah menunjukkan betapa hebatnya dikala Tuhan ada bersama kita, berdiri di pihak kita. Pesan terakhir merupakan sesuatu yang dianggap terpenting untuk disampaikan, dan Yosua menyampaikan hal yang sangat penting agar kita bisa menuai keberhasilan demi keberhasilan dalam hidup kita. Takutlah akan Tuhan, beribadahlah dengan tulus, ikhlas dan setia, dan jauhilah allah-allah lain, bukan saja terhadap kuasa-kuasa kegelapan yang menawarkan berbagai hal instan yang bisa terlihat seolah menjanjikan pertolongan, tetapi juga hal-hal duniawi yang sepintas terlihat memuaskan keinginan daging tapi mengarah kepada datangnya kebinasaan bagi kita. Yosua telah menyampaikan sebuah amanah yang akan membawa kita ke dalam kemenangan hingga garis akhir, tergantung kita apakah kita mau mendengarnya atau tidak.

Pesan terakhir Yosua berisi kunci yang membawa keberhasilan dalam hidup kita