Sabtu, 19 April 2014

                             KebangkitaN              

DI PEKUBURAN

Nats : Barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati (Yohanes 11:25)
Bacaan : Yohanes 11:25-44
Saat orang yang kita kasihi meninggal, kita pergi ke kuburan untuk mengikuti prosesi yang panjang. Kita mungkin akan duduk atau berdiri di sekitar makam dan mendengarkan dengan khidmat saat pendeta membacakan ayat Alkitab tentang kebangkitan. Lalu jenazah diturunkan ke liang kubur. Kemudian kita mungkin akan tinggal sejenak untuk menaburkan bunga dan berdiri dengan kepala tertunduk untuk mengenang dan menghormati almarhum. Orang yang kita kasihi telah meninggal, dan kita sadar bahwa kita tidak dapat membawanya kembali.
Berbeda saat Yesus datang ke pemakaman Lazarus, sahabat-Nya yang baru saja meninggal. Ketika tiba di kuburnya, Dia menggunakan wewenang dan kuasa-Nya dengan memberi perintah: "Angkat batu itu" (Yohanes 11:39). "Lazarus, marilah keluar!" (ayat 43). "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi" (ayat 44).
Kita mungkin berharap sepenuh hati dapat mengembalikan orang yang kita kasihi, tetapi meskipun kita memberikan perintah seperti yang Yesus ucapkan, tak ada yang akan terjadi. Namun, Yesus memiliki kuasa untuk itu, karena Dia adalah "kebangkitan dan hidup" (ayat 25). Kuasa-Nya nyata saat Lazarus keluar dari kubur, dan hidup kembali!
Kelak, Yesus akan datang lagi ke kubur dari orang-orang percaya. Dan ketika Dia memberikan perintah, maka semua jenazah orang mati yang percaya kepada-Nya akan "keluar dan bangkit" (Yohanes 5:28,29; 1 Tesalonika 4:16). Betapa luar biasa hari itu kelak! --
              

Usaha yang Mustahil

Nats : Tetapi Allah membangkitkan Dia [Yesus] dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu (Kisah Para Rasul 2:24)
Bacaan : Matius 27:62-28:8
Saat itu sehari setelah Yesus disalibkan. Jenazahnya disimpan di kubur. Namun para imam kepala dan orang-orang Farisi yang memimpin penyaliban-Nya merasa gelisah dan berpikir bahwa penyaliban ini mungkin bukanlah akhir dari kisah Yesus. Itu sebabnya mereka menghadap Pilatus dan mengatakan kepadanya bahwa para murid Yesus mungkin akan mencuri jenazah-Nya untuk meyakinkan orang-orang bahwa Dia telah menggenapi nubuat-Nya, yakni bangkit dari kubur. Pilatus menanggapi, “Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik- baiknya” (Matius 27:65).
Mereka pun menempatkan para penjaga di sana dan memeterai kubur itu (ayat 66). Para pemimpin agama dan politik telah berusaha semaksimal mungkin untuk meyakinkan bahwa jenazah Yesus akan tetap berada di dalam kubur. Padahal mereka mengusahakan suatu hal yang mustahil. Maut tidak dapat menguasai Anak Allah yang tidak berdosa. Maka, pada hari yang ketiga Dia bangkit seperti yang telah difirmankan-Nya (20:19; 27:63; 28:1-8).
Setelah kebangkitan Yesus, para imam kepala menyuap para serdadu dan mengatakan kepada mereka supaya menyebarkan kabar yang menggelikan bahwa para murid telah mencuri jenazah Yesus (28:11-14). Sampai saat ini, orang-orang skeptis masih saja saling melontarkan teori yang tak masuk akal. Mereka berusaha menyangkal kebangkitan Yesus. Meskipun mereka terus berusaha menimbulkan keraguan atas bukti sejarah, tetapi kebenarannya adalah: Yesus bangkit dari kubur.
Kita melayani Juruselamat yang hidup! --

Kenyataan Kebangkitan

Nats : Aku adalah ... Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya (Wahyu 1:17,18)
Bacaan : Lukas 24:1-12
Para murid dan pengikut mula-mula Tuhan kita menegaskan dengan penuh semangat dan dengan sepenuh hati bahwa Yesus dari Nazaret adalah Juruselamat yang hidup, bukan guru atau filsuf yang mati karena membela ajaran-Nya. Mereka memegang kebenaran ini sedemikian kuat sehingga rela menderita siksaan dan rela mati daripada meninggalkan keyakinan itu.
Kabar yang mengejutkan ini semakin menguatkan pelayanan mereka sehingga kesaksian mereka “mengacaukan seluruh dunia” (Kisah Para Rasul 17:6). Hal itu masih berlaku sampai sekarang: Roh Kudus menghargai kesaksian mereka yang menyatakan bahwa Yesus telah bangkit. Kesaksian mereka yang utama bukanlah tentang hukum moral, ritual keagamaan, atau pengakuan iman secara teologis (suatu hal yang baik jikalau mereka memiliki semua itu), melainkan tentang Allah yang menjelma menjadi manusia, satu-satunya yang dapat menyelamatkan. Pada zaman ini, ketika kemurnian iman telah mati dan banyak terjadi kemurtadan rohani, kita seharusnya melihat hanya kepada Dia yang “hidup untuk selamanya” (Wahyu 1:18).
Seorang profesor yang sombong dan tidak saleh berkata kepada seorang anak kecil yang percaya kepada Tuhan Yesus, “Gadis kecilku, kamu tidak tahu kepada siapa kamu percaya. Ada banyak kristus di dunia ini. Kristus mana yang kamu percayai?” “Saya tahu siapa yang saya percayai,” sahut anak itu. “Saya percaya kepada Kristus yang bangkit dari antara orang mati!”
Yesus hidup (Lukas 24:1-12). Hidup kekal Anda bergantung pada kenyataan ini --
              

Anda Pun Bisa Percaya

Nats : Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup (Kisah Para Rasul 1:3)
Bacaan : Kisah Para Rasul 1:1-11
Pada tahun 1957, Letnan David Steeves berjalan keluar dari Pegunungan Sierra di Nevada, Kalifornia, setelah 54 hari pesawat jet pelatih Air Force-nya menghilang. Ia menceritakan kisah yang tak masuk akal tentang bagaimana ia bertahan hidup di belantara bersalju setelah terjun dengan parasut dari pesawatnya yang mati mesin. Sebelum ia menunjukkan bahwa dirinya masih hidup, sebenarnya secara resmi ia dinyatakan telah mati. Saat penyelidikan selanjutnya gagal menemukan bangkai pesawat, Steeves dianggap berbohong dan ia dipaksa mengundurkan diri karena ceritanya diragukan. Lebih dari 20 tahun kemudian, kisahnya terbukti dengan ditemukannya bangkai pesawat oleh sebuah regu Pramuka.
“Kisah bertahan hidup” lain yang terjadi berabad-abad lalu juga masih kontroversial sampai saat ini. Seorang lelaki bernama Yesus Kristus yang berjalan keluar dari padang gurun Yudea membuat banyak pernyataan yang sulit dipercaya banyak orang. Lalu Dia dihukum mati dan dinyatakan mati. Namun, tiga hari kemudian Dia muncul dan menunjukkan bahwa diri-Nya hidup. Sejak itu muncul berbagai pandangan skeptis.
Namun, renungkanlah kenyataan tentang kehidupan, kematian, dan kebangkitan Kristus. Integritasnya tidak diragukan lagi. Para nabi telah menubuatkan kedatangan-Nya. Mukjizat menjadi bukti keilahian- Nya. Para saksi mata membenarkan kebangkitan-Nya. Dan kini, kepada semua orang yang mencari kebenaran, Roh Kudus menegaskan bahwa Yesus hidup.
Ya, Anda pun bisa percaya! Percayakah Anda? -
              

Dia Ada di Sini

Nats : Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka, “Damai sejahtera bagi kamu!” (Lukas 24:36)
Bacaan : Lukas 24:36-45
Kejutan! Kejutan! Kesebelas rasul berkumpul bersama pada hari kebangkitan Yesus. Mereka sedang membicarakan peristiwa-peristiwa aneh yang terjadi hari-hari itu, dan baru saja mendengar sebuah laporan dari dua orang yang mengatakan telah melihat Yesus. Lalu, tiba-tiba saja Dia hadir di situ! Sang Juruselamat berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” (Lukas 24:36).
Saya bertanya-tanya apakah kita sadar bahwa ketika berkumpul bersama teman-teman di gereja, di rumah, di persekutuan doa, dan di berbagai pertemuan, sesungguhnya Yesus juga ada di sana. Dia berkata, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20). Apakah kita sungguh-sungguh percaya Dia bersama kita, mendengarkan setiap ucapan kita, dan melihat semua yang kita lakukan?
Beberapa pelajar membicarakan tentang pengarang-pengarang besar di masa lalu. Lalu seseorang bertanya, “Bagaimana jika Milton tiba-tiba masuk ruangan ini?” “Ah!” jawab yang lain. “Kita akan menghormatinya dan memberi perhatian lebih karena ia hanya menerima sedikit pengakuan semasa hidup.” Orang ketiga berkomentar, “Bagaimana jika Shakespeare yang datang? Tidakkah kita semua akan berdiri dan memproklamirkannya sebagai Raja Penyair?” Kemudian seseorang memberanikan diri berkata, “Dan, jika Yesus Kristus yang datang?” Mereka terdiam cukup lama, sampai akhirnya seseorang berkata, “Tapi teman-teman, Dia kan ada di sini!”
Ya, ingatlah bahwa Yesus ada di sini! Dia melihat, Dia mendengar, dan Dia tahu segalanya! -
              

Tetap Membicarakan Yesus

Nats : Jawab Yesus, "Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati" (Yohanes 11:25)
Bacaan : 1Korintus 15:51-57
Dalam upacara pemakaman seorang jemaat, Pendeta Eloy Pacheco mengatakan bahwa Yesus adalah satu-satunya sumber penghiburan yang abadi. Kemudian datanglah seorang wanita kepadanya dan berkata, "Semua pendeta memang sama saja. Yang selalu Anda bicarakan hanyalah Yesus, Yesus, Yesus!"
"Benar," jawabnya ramah. "Namun, penghiburan seperti apa yang bisa Ibu berikan kepada keluarga yang sedang berkabung?"
Ibu itu terdiam sebentar, kemudian menjawab, "Anda benar. Setidaknya Anda mempunyai Yesus."
Cepat atau lambat orang yang kita cintai akan meninggal, dan kita ingin dihibur. Pelukan, ungkapan belasungkawa dan air mata, serta kehadiran seorang teman, bisa sedikit meringankan penderitaan yang begitu pedih. Namun, semua ini tidak akan menjawab pertanyaan- pertanyaan kita yang paling mendesak: Apa yang terjadi setelah kematian? Di manakah orang yang kita cintai itu sekarang? Apakah kita akan dipersatukan kembali di surga? Bagaimana saya bisa mendapat kepastian mengenai kehidupan kekal?
Jawaban atas semua pertanyaan itu ada pada Yesus. Dialah yang telah mengalahkan dosa dan kematian dengan wafat di kayu salib bagi kita dan bangkit dari kubur (1 Korintus 15:1-28,57). Karena Dia hidup, semua yang beriman kepada-Nya akan hidup selamanya (Yohanes 11:25).
Ketika orang yang percaya kepada Kristus meninggal, kita yang ditinggalkan bisa menemukan penghiburan dan menaruh kepercayaan kepada-Nya. Maka marilah kita tetap membicarakan Yesus--

Dia Hidup!

Nats : Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup (Kisah Para Rasul 1:3)
Bacaan : Kisah Para Rasul 1:1-10
Ketika menara World Trade Center runtuh disertai suara gemuruh bangunan yang hancur berkeping-keping, warga kota New York mengalami apa yang sudah dialami oleh banyak orang dari belahan dunia lain, yaitu ketakutan akan terorisme. Berbagai serangan susulan di negara-negara lain telah meningkatkan keprihatinan bahwa umat manusia mungkin sedang menuju kehancuran diri.
Semua kerusuhan di dunia mungkin membuat kita berpikir bahwa masa depan kita tampak begitu suram. Kita bahkan mungkin menyimpulkan bahwa dunia ini bukanlah tempat yang layak untuk membesarkan anak-anak.
Meskipun demikian, tetap ada secercah cahaya pengharapan yang dapat menerangi pandangan kita akan masa depan. Bill Gaither menggambarkan hal itu dalam lagunya yang berjudul "S'bab Dia Hidup". Gagasan tentang lagu itu muncul di kepalanya pada akhir tahun 1960-an. Saat itu sedang terjadi kerusuhan sosial di AS dan konflik di Asia Tenggara. Istrinya, Gloria, sedang hamil, dan mereka berpendapat bahwa saat itu bukanlah saat yang tepat untuk melahirkan seorang anak ke dunia. Namun ketika anak laki-lakinya lahir, Bill berpikir tentang Juruselamat yang hidup, lalu kata-kata ini melintas di dalam benaknya: "Anak ini dapat menghadapi hari-hari yang tidak pasti karena Dia hidup."
Dua ribu tahun yang lampau Yesus bangkit dari kubur dan memberikan "banyak tanda" bahwa Dia hidup (Kisah Para Rasul 1:3). Karena itu, kita dapat terus melangkah saat menghadapi ketakutan. Sebab Yesus hidup, kita dapat menghadapi hari esok -
              

Hidup dengan Pengharapan

Nats : Berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama (Yohanes 20:3,4)
Bacaan : Yohanes 20:1-10
Tatkala hari gelap yang mewarnai penyaliban Yesus berakhir, tampaknya segala yang terindah dalam kehidupan ini telah berakhir pula. Selama beberapa tahun yang singkat, Kristus telah membuat takjub banyak orang dan para pengikut-Nya melalui hikmat pengajaran serta mukjizat-Nya yang luar biasa. Namun Yesus memilih untuk tidak menyelamatkan diri-Nya dari kayu salib, dan kini kehidupan-Nya telah berakhir. Tampaknya tak ada lagi yang dapat diharapkan dari diri-Nya.
Namun, pengharapan tersebut kembali muncul pada pagi-pagi benar di hari pertama kebangkitan-Nya. Sebuah lukisan karya Eugene Burnand menggambarkan Petrus dan Yohanes sedang berlari-lari menuju kubur Yesus. Tak lama setelah fajar menyingsing, Maria Magdalena memberi tahu mereka bahwa ia dan teman-temannya telah mendapati kubur Yesus tersebut telah kosong. Dalam lukisan Burnand, wajah Petrus dan Yohanes tampak sangat sedih sekaligus lega, berduka sekaligus terkejut. Dengan putus asa dan keheranan mereka berlari menuju kubur Yesus. Tatapan mata mereka yang tampak penuh kesungguhan telah menarik perhatian orang-orang lain untuk mengarahkan pandangan ke kuburan tersebut. Apa yang mereka jumpai? Kubur Yesus yang telah kosong—Sang Juruselamat telah bangkit!
Kristus tetap hidup. Namun banyak dari kita yang menjalani hidup ini dari hari ke hari seolah-olah Dia masih berada di dalam kubur. Alangkah lebih baik bila kita mengarahkan pandangan melintasi kubur yang kosong kepada Pribadi yang dapat memenuhi hidup kita dengan kuasa kebangkitan-Nya

Harapan yang Pasti

Nats : Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal (1 Korintus 15:20)
Bacaan : 1 Korintus 15:12-20
Konrad Adenauer, mantan kanselir Jerman Barat, berkata, “Jika Yesus Kristus hidup, maka dunia memiliki harapan. Jika tidak, saya tidak dapat melihat seberkas pun sinar harapan bagi dunia.” Kemudian ia menambahkan, “Saya percaya kebangkitan Kristus merupakan salah satu fakta sejarah yang paling sahih.”
Kebangkitan Kristus dan kebangkitan kita adalah satu. Demikianlah pemikiran Paulus dalam 1 Korintus 15. Dan jika Kristus tidak bangkit dari kubur, apa yang tersisa? Pengajaran yang kosong (ayat 14), kesaksian palsu (ayat 15), iman yang sia-sia (ayat 17), dosa yang tidak terampuni (ayat 17), tidak adanya kehidupan setelah kematian (ayat 18), dan tidak adanya harapan (ayat 19).
Namun, Kristus benar-benar bangkit dari kubur. Paulus menegaskan bukti kebangkitan-Nya dalam ayat 1-11. Ia menyebutkan daftar para saksi terpercaya yang menyaksikan kebangkitan Tuhan: Petrus (ayat 5), 500 orang (ayat 6), semua murid (ayat 7), dan Paulus sendiri (ayat 8).
Ketika filsuf Yunani Sokrates terbaring sekarat, teman-temannya bertanya, “Akankah kita hidup lagi?” Ia hanya bisa menjawab, “Saya harap demikian.” Sebaliknya, malam sebelum penulis dan penjelajah Sir Walter Raleigh dipenggal kepalanya, ia menulis dalam Alkitabnya, “Dari bumi ini, kubur ini, debu ini, Allahku akan membangkitkan aku.”
Jika kita memercayai Kristus sebagai Juruselamat, kita tidak akan mengatakan, “Saya harap demikian” mengenai kebangkitan kita. Kebangkitan Kristus memberikan harapan yang pasti kepada kita —

              

Permohonan yang Munafik

Nats : Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus (Matius 16:4)
Bacaan : Matius 16:1-4
Sekelompok pemuka agama meminta Yesus untuk memberikan kepada mereka suatu "tanda dari surga" (Matius 16:1). Sebenarnya mereka telah menyaksikan mukjizat-mukjizat Yesus, tetapi mereka meremehkan atau menganggap semua itu dari Setan. Orang-orang Farisi menuntut Yesus untuk melakukan suatu mukjizat yang lain, mungkin seperti Yosua yang memerintahkan matahari dan bulan agar berhenti (Yosua 10:12-14), atau seperti Elia yang memanggil api dari langit (1 Raja-raja 18:30-40). Mereka melakukan hal ini untuk mencobai Yesus.
Yesus melihat kemunafikan yang ada di dalam hati mereka. Dia pun berkata bahwa mereka sanggup meramal cuaca dengan melihat langit, tetapi mereka tidak dapat membaca "tanda-tanda zaman" yang jauh lebih jelas yang dinyatakan di dalam pelayanan pengajaran dan penyembuhan-Nya (ayat 3).
Sebagian orang mengatakan kepada saya bahwa mereka mau percaya kepada Yesus asalkan Dia menunjukkan mukjizat-mukjizat seperti yang tertulis di dalam Injil. Tetapi apakah mereka akan memberi tanggapan yang berbeda dengan para pemuka agama pada zaman Yesus?
Setiap orang yang mencari kebenaran dengan tulus memiliki semua bukti yang diperlukan untuk beriman. Kebangkitan Yesus merupakan peristiwa sejarah yang dapat diandalkan. Kuasa Kristus yang bangkit dapat dilihat di dalam diri para pengikut-Nya. Kitab Perjanjian Baru berbicara kepada akal budi dan hati dari setiap jiwa yang tulus dan haus akan kebenaran. Meminta lebih daripada itu merupakan permohonan yang munafik -
              

Fakta, Bukan Dongeng

Nats : Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu (1Korintus 15:17)
Bacaan : 1Korintus 15:1-19
Kebangkitan Yesus Kristus adalah batu penjuru iman kristiani. Tanpa itu, kita tak memiliki pengharapan di hidup ini, juga mengenai hidup yang akan datang. Itulah alasan betapa pentingnya mengenali bahwa kepercayaan kita pada kebangkitan Kristus tidak berdasar pada perasaan agamawi atau rumor yang tak berdasar. Kepercayaan kita berdasar pada fakta sejarah dengan bukti kuat yang mendukung.
Satu abad lalu, sekelompok pengacara bertemu di London untuk membahas bukti-bukti alkitabiah mengenai kebangkitan Yesus. Mereka ingin membuktikan apakah tersedia cukup informasi agar kasus itu layak disidangkan di pengadilan. Mereka pun menyimpulkan bahwa kebangkitan Yesus merupakan satu dari banyak fakta sejarah yang tak bisa dipungkiri.
Dalam bukunya, Countdown, G.B. Hardy mengajukan beberapa pertanyaan yang menggugah tentang kebangkitan Yesus: "Hanya ada dua buah persyaratan penting: (1) Adakah orang yang mengalahkan kematian dan membuktikannya? (2) Dapatkah saya melakukannya?" Kemudian Hardy menjelaskan bahwa hanya kubur Yesus yang kosong. Dan karena Yesus telah menang atas dosa dan maut, maka kita yang beriman kepada-Nya pun akan turut bangkit bersama Dia.
"Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu," tulis Paulus dalam 1 Korintus 15:17. Bukti sejarah dan banyaknya hidup yang berubah telah menyaksikan bahwa kebangkitan Yesus adalah sebuah fakta. Apakah Anda telah menaruh pengharapan pada Kristus yang telah bangkit? —
              

Bertahan Hidup

Nats : Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21)
Bacaan : Filipi 3:1-11
Isaac Asimov menceritakan kisah penyeberangan di laut yang berombak besar. Selama penyeberangan, Pak Jones mabuk laut. Di saat yang sulit itu seorang pelayan yang ramah menepuk pundak Pak Jones sambil berkata, "Pak, kondisi seperti ini memang mengerikan. Tetapi ingatlah, tak pernah ada orang yang mati karena mabuk laut." Pak Jones mengangkat wajahnya yang pucat pasi, memandang pelayan yang penuh perhatian itu, "Nak, jangan berkata begitu! Justru pengharapan yang indah akan kematianlah yang membuat saya bertahan hidup."
Perkataan Pak Jones ini bukanlah sekadar ironi. Kata-katanya itu menggemakan perkataan Paulus kepada jemaat di Filipi. Ia mengatakan bahwa pengharapan yang indah akan kematianlah yang membuatnya terus bertahan (1:21). Namun demikian, ia tidak mencari pembebasan dari penderitaannya. Pengharapan Paulus berakar di dalam Kristus, yang telah mati di kayu salib bagi para pendosa, yang bangkit dari kubur pada pagi Paskah pertama, yang hidup di surga, dan yang suatu hari kelak akan membawa pulang Paulus ke hadirat-Nya.
Namun, bagaimana pengharapan untuk melihat Kristus, entah setelah kematian atau ketika Dia datang kembali, dapat membuat Paulus bertahan hidup? Pengharapan itu memberi makna pada setiap momen kehidupannya. Pengharapan itu memberinya alasan untuk hidup bagi Kristus. Itu juga memberinya semangat untuk memerhatikan sesama yang membutuhkan dorongannya. Paulus mengenal Kristus sebagai kehidupannya.
Ya Bapa, terima kasih atas Kristus yang telah bangkit. Dialah yang menjadi alasan bagi kami untuk hidup -
              

Penakluk yang Agung

Nats : Aku, manusia celaka! Siapa yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? (Roma 7:24)
Bacaan : Ibrani 12:1-16
Siapa yang tidak terinspirasi oleh seorang pesaing yang berhasil bangkit kembali setelah pernah jatuh dan ambruk! Seorang pelari yang terjatuh sewaktu meninggalkan balok start namun kemudian lambat laun kembali memimpin, menggugah imajinasi kita semua. Tim yang tadinya tertinggal di belakang, namun pada saat-saat terakhir meraih kemenangan akan lebih membuat kita merasa gembira dibandingkan tim yang sedari awal telah memimpin sejak babak pertama pertandingan.
Yesus membuat kebangkitan yang paling menakjubkan yang pernah dilihat dunia. Setelah direndahkan, dihina, diludahi, dicambuk, didera, dan dipaku di kayu salib, para pembunuh-Nya menyatakan diri menang dan memberitakan kematian-Nya. Seorang prajurit menjaga kuburan-Nya. Bagaimana mungkin ada orang yang lebih sengsara dari kondisi-Nya itu?
Namun, perjuangan belum sampai pada titik akhir, itu baru permulaan. Tiga hari kemudian, Dia bangkit dari kubur dan menampakkan diri kembali sebagai pemenang atas dosa, kematian, dan neraka -- kebangkitan yang lain daripada yang lain dalam sejarah.
Apakah pada saat ini Anda merasa tidak mampu lagi untuk berlari? Apakah Anda telah terjatuh sedemikian parah? Renungkanlah penderitaan Yesus. Renungkanlah kebangkitan-Nya. Mintalah kemenangan dari-Nya. Cukup bayangkan saja apa yang telah ditawarkan-Nya kepada Anda, tak peduli sedalam mana Anda jatuh sekarang!
Tidak ada seorang pun yang dapat mengatasi masalah seperti Tuhan kita --
              

Kebenaran yang Mengubah

Nats : Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia dibangkitkan dari antara orang mati (Yohanes 21:14)
Bacaan : Yohanes 21:14-17
Kebenaran tetaplah kebenaran walaupun kebenaran tersebut tidak langsung berdampak pada kehidupan kita. Akan tetapi, kebenaran Allah tidak saja membuka pintu surga bagi kita, tetapi juga akan mengubah kehidupan kita.
Ron Sider, penginjil tersohor yang membela kaum papa, bercerita tentang perbincangannya dengan Wolfhart Pannenberg, seorang teolog Jerman. Ketika mereka berdiskusi tentang kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, teolog tersebut berkata, "Bukti kebangkitan Yesus sangatlah kuat, sehingga tidak ada seorang pun yang akan mempertanyakannya, kecuali tentang dua hal ini: Pertama, kebangkitan ini adalah kejadian yang luar biasa atau yang kedua, jika kita memercayai apa yang telah terjadi, maka kita harus sungguh-sungguh mengubah cara hidup kita."
Kalimat di atas benar-benar penuh tantangan. Jika kita percaya bahwa Yesus bangkit, maka keyakinan ini memerintahkan kita untuk mengubah hidup. Kehidupan Petrus berubah drastis ketika ia menyaksikan kebangkitan Tuhan. Dari seorang murid yang keras hati, yang menyangkal bahwa ia mengenal Tuhan saat Yesus ditangkap, ia berubah menjadi saksi yang berani untuk Tuhan (Yohanes 18: 17,25,27; Kisah Para Rasul 2:14-36).
Apakah kebangkitan Tuhan telah mengubah hidup Anda? Apakah tujuan dan prioritas Anda menjadi berbeda dari yang semula? Apakah Anda menjadi lebih baik, lebih sabar, dan lebih bersedia memaafkan? Mintalah petunjuk dari Allah apa yang Dia ingin untuk Anda lakukan, kemudian bekerja samalah dengan-Nya untuk membuat perubahan itu -
              

Takut Setengah Mati

Nats : Juru Selamat kita Yesus Kristus, yang melalui Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa (2 Timotius 1:10)
Bacaan : 1 Korintus 15:51-58
Baris pembuka sebuah lagu country, "Sarabeth is scared to death ..." [Sarabeth takut setengah mati] menggambarkan kepada pendengarnya mengenai hati seorang gadis remaja yang sangat ketakutan karena didiagnosa menderita penyakit kanker. Lirik lagu Skin (Sarabeth) memaparkan pergumulan yang dihadapinya. Pergumulannya itu tidak hanya berkaitan dengan penyakit dan pengobatannya, tetapi juga berhubungan dengan bukti nyata dari pergumulannya, yaitu rambutnya yang rontok (judul lagu tersebut diambil dari sini). Ini adalah lagu kemenangan yang menyentuh di tengah-tengah suatu tragedi, ketika Sarabeth menghadapi ketakutan hidup-dan-mati yang memang mengerikan akibat kanker yang dideritanya tersebut.
Bayangan kematian menghadang setiap manusia. Namun, entah kita menghadapi kenyataan tersebut dengan rasa takut atau dengan penuh keyakinan, tidak tergantung pada ada atau tidaknya pandangan hidup yang baik atau sikap positif. Cara kita menghadapi kematian, seluruhnya tergantung pada apakah kita memiliki hubungan pribadi dengan Yesus, yang memberikan diri-Nya untuk mati supaya kematian itu sendiri dapat dipatahkan.
Rasul Paulus pernah menulis kepada Timotius bahwa Juru Selamat kita adalah Dia yang "melalui Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa" (2 Timotius 1:10). Dengan demikian, kita tidak perlu merasa takut setengah mati pada saat melewati masa-masa hidup yang paling sulit sekalipun.
Kita dapat hidup dengan penuh keyakinan dan harapan karena Yesus telah menaklukkan maut --
              

Pengharapan yang Hidup

Nats : Allah ... telah membuat kita lahir kembali melalui kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati (1 Ptr. 1:3)
Bacaan : Yohanes 6:39-54
Pagi hari setelah ibu saya meninggal, saya membaca Alkitab dan mengungkapkan kesedihan kepada Tuhan. Bacaan Alkitab Setahun yang saya baca saat itu diambil dari Yohanes 6.
Ketika sampai pada ayat 39, Tuhan membisikkan penghiburan pada hati saya yang sedih, "Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman." Roh Ibu sudah bersama dengan Tuhan, tetapi saya tahu kelak ia akan dibangkitkan dan diberi tubuh yang baru.
Saat saya melanjutkan membaca, saya perhatikan bahwa dalam Yohanes 6, Yesus berfirman sebanyak tiga kali lagi bahwa Dia akan membangkitkan umat-Nya dari kematian pada akhir zaman. Dia mengulang-ulang kebenaran ini kepada orang-orang yang mendengarkan-Nya pada zaman dulu dan kepada hati saya hari itu.
Pengharapan kita mengenai kebangkitan akan terwujud saat Yesus datang kembali. "Dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah" (1 Kor. 15:52). Setelah kebangkitan, orang-orang yang percaya kepada Yesus akan mendapatkan tubuh baru dan upah bagi mereka yang melayani dengan setia (1 Kor. 3:12-15; 2 Kor. 5:9-11).
Kebangkitan adalah pengharapan yang hidup bagi orang kristiani. Apakah Anda memiliki pengharapan tersebut? --
Yesus bangkit dan menaklukkan maut;
Dia merenggut sengat dan kuasanya;
Kelak Dia pasti kembali menjemput,
Meskipun kita tak tahu harinya. --

Hidup atau Mati

Nats : Setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus (Luk. 24:3)
Bacaan : Yohanes 20:1-8
Setiap hari terlihat antrean panjang pengunjung dari seluruh penjuru dunia yang menunggu dengan sabar untuk mengunjungi makam Lenin dan melihat jenazahnya yang dibalsem. Walaupun ia telah meninggal tahun 1924, jenazah pemimpin komunis itu tetap tidak mengalami pembusukan. Ia seolah-olah tampak masih hidup. Dan, penampilannya memang memerdaya kita. Beberapa seniman andal memantau jenazah yang diawetkan ini, mewarnai wajahnya, dan memoles setiap garis atau lubang terkecil yang terjadi akibat pembusukan di tubuhnya dengan menggunakan lilin.
Orang-orang juga secara teratur mengunjungi Yerusalem untuk melihat tempat Yesus wafat dan dikuburkan. Namun, ada perbedaan yang mencolok -- tidak ada jenazah Kristus yang tersalib di sana. Ya, di sana memang ada kubur batu pahatan yang menurut tradisi, jenazah Kristus yang dipaku, ditusuk tombak, dan dimahkotai duri itu terbaring. Namun, karena kuasa Allah Bapa membangkitkan-Nya, Sang Juru Selamat menanggalkan kain kafan-Nya ketika Dia keluar dari kubur-Nya, seperti kupu-kupu keluar dari kepompongnya.
Yesus hidup, dan Anda dapat merasakan hadirat-Nya saat ini. Karena kematian-Nya yang menebus dosa kita dan kubur-Nya yang kosong, Anda dapat memperoleh hidup kekal (1 Kor. 15:20-22). Anda hanya perlu mengakui bahwa Anda berdosa dan menginginkan keselamatan-Nya. Dia akan memberi Anda hidup baru saat ini, dan kelak Anda akan bertemu dan tinggal bersama Dia selamanya (1 Ptr. 1:3-5) --VCG
Kubur, di manakah kemenanganmu kini?
Cahaya wajah-Nya seterang matahari!
Betapa pembaringan batu itu kosong sunyi,
Kristus telah bangkit dari dunia orang mati! --Chisholm

              

Selamat Hari PASKAH!

Nats : Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati (Yohanes 11:25)
Bacaan : Yohanes 3:13-18
Saat berjalan memasuki gereja pada pagi Paskah tahun yang lalu, saya berpapasan dengan seorang teman saya dan menyapanya, "Selamat Natal!" Namun, setelah menyadari kesalahan saya, saya segera mengoreksi diri sendiri. "Maksud saya, Selamat Paskah!"
"Kita tidak dapat merayakan yang satu tanpa merayakan yang lainnya," jawabnya dengan tersenyum.
Benar sekali! Tanpa Natal, tidak akan ada Paskah. Dan tanpa kebangkitan, hari ini hanyalah hari biasa. Bahkan, bisa jadi kita tidak akan berada di gereja.
Natal dan Paskah merupakan perayaan yang paling menggembirakan bagi umat kristiani. Pada hari Natal, kita merayakan penjelmaan Allah (Allah mengambil rupa manusia dan datang ke dunia). "Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal ..." (Yohanes 3:16).
Pada hari Paskah, kita merayakan kebangkitan Yesus. "Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit," kata malaikat (Lukas 24:6). Sejak awal zaman, kedua hari ini berhubungan erat dalam rencana besar Bapa. Yesus lahir untuk mati bagi dosa-dosa kita dan untuk mengalahkan maut agar kita dapat hidup.
Manakah yang lebih penting? Natal -- kelahiran bayi Yesus? Atau Paskah -- kematian dan kebangkitan Anak Allah? Keduanya sangat penting -- dan dua-duanya merupakan bukti nyata kasih Bapa bagi kita.
Selamat Natal! Dan Selamat Paskah! --CHK

Yesus Penebus meninggalkan surga,
Datang ke dunia melayani dengan cinta;
Dilepas-Nya kemuliaan, didatangi-Nya kita,
Membawa keselamatan melalui iman dalam nama-Nya. --Hess
              

Kenaikan Kristus

Nats : Kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah (Ibrani 4:14)
Bacaan : Ibrani 4:9-16
Hari ini merupakan Hari Kenaikan Kristus ke surga -- hari yang sering diabaikan. Hari yang kita peringati setiap 40 hari setelah Paskah ini menandai peristiwa naiknya Kristus ke tempat Bapa di dalam kemuliaan.
Dalam The International Standard Bible Encyclopedia, W.H. Griffith Thomas menulis, "Kenaikan Kristus bukan sekadar fakta besar dalam Perjanjian Baru, tetapi sekaligus menjadi faktor besar dalam kehidupan Kristus dan orang kristiani, sedangkan gambaran mengenai Yesus Kristus tidak akan lengkap tanpa menyertakan peristiwa kenaikan beserta semua konsekuensinya."
Kemudian, Thomas menyimpulkan arti peristiwa kenaikan itu bagi orang percaya. Kenaikan Kristus menyatakan penebusan yang telah digenapi (Ibrani 8:1), karya imamat Sang Juru Selamat (Ibrani 4:14), ketuhanan-Nya atas gereja (Efesus 1:22), peran-Nya sebagai perantara kita dengan Bapa surgawi (1Timotius 2:5), turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta (Kisah 2:33), kehadiran-Nya bersama kita saat ini (Matius 28:20), serta pengharapan akan kedatangan-Nya kembali ke bumi ini (1Tesalonika 4:16).
Pikirkanlah! Yesus tidak hanya mati, tetapi Dia juga bangkit dari kubur, pulang kepada Bapa, dan sedang menjadi perantara kita saat ini. Dia akan datang kembali.
Semoga Hari Kenaikan Kristus menjadi suatu momen istimewa bagi kita untuk bersukacita dan mengucap syukur kepada Allah --R

Suatu hari kubur tak sanggup lagi menahan Dia,
Suatu hari batu pun terguling dari pintu makam;
Lalu Dia bangkit, maut pun ditaklukkan-Nya;
Kini Dia naik ke surga, Tuhanku sepanjang masa. --
              

Mukjizat atau Sihir?

Nats : Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bap (Yohanes 10:38)
Bacaan : Yohanes 10:22-42
Apakah Yesus sungguh berjalan di atas air atau hanya melangkah di atas pasir sepanjang pantai? Apakah Dia sungguh menggandakan roti dan ikan untuk memberi makan 5.000 orang atau hanya menyihir orang banyak, sehingga mereka berpikir Dia memberi mereka makan? Apa yang Yesus lakukan; mukjizat atau sihir?
Ketika ilusionis kristiani, Brock Gill membahas berbagai pertanyaan itu dalam sebuah program televisi BBC, ia mengesampingkan pendapat pribadinya supaya dapat menilai berbagai mukjizat alkitabiah secara terbuka. Sang produser, Jean-Claude Bragard berkata, "Bahkan, bila seorang ateis dipilih untuk menjadi pembawa acaranya, kesimpulan ini tak akan berubah." Dalam setiap kasus, Gill menyimpulkan Yesus tak mungkin menipu orang banyak untuk memercayai bahwa apa yang mereka saksikan adalah mukjizat.
Namun, orang-orang yang telah melihat berbagai mukjizat Yesus tidak mau percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Mereka siap membunuh Yesus karena mengaku bahwa Dialah Allah (Yohanes 10: 30,31). Yesus berkata kepada mereka, "Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan [mukjizat-mukjizat] itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa" (ayat 37,38).
Berbagai mukjizat Yesus menyatakan identitas-Nya sebagai Putra Allah, Juru Selamat yang telah datang untuk memberi hidup-Nya demi menebus dosa dunia. Karya-karya dan kebangkitan-Nya bukan tipuan sihir, melainkan mukjizat kasih dan anugerah --

Menyongsong Masa Depan

Nats : Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu (1Korintus 15:14)
Bacaan : 1Korintus 15:12-23
Seorang anggota kelompok Jesus Seminar bernama John Dominic Crossan, membuat marah banyak orang kristiani ketika ia mengatakan bahwa Yesus tidak bangkit, sebab mayat-Nya dimakan anjing! Yang parah adalah ia menyatakan hal ini dengan sembrono. Tentu saja pernyataannya itu salah. Ini adalah salah satu dari banyaknya teori serta dalih para penentang kekristenan yang bermuara pada pernyataan pokok: Yesus tidak bangkit.
Memang tidak ada yang menyaksikan peristiwa bangkitnya Yesus dari kematian. Namun waktu surat Korintus ini ditulis, banyak saksi berani menceritakan bahwa mereka berjumpa dengan Yesus yang bangkit. Tujuan kesaksian banyak orang ini, termasuk Paulus, adalah agar umat menjadi percaya (ayat 11) dan supaya umat memiliki pengharapan yang teguh. Itulah intisari pergumulan yang ditulis Paulus dalam perikop hari ini. Bila Kristus bangkit, maka kita memiliki pijakan kuat untuk meyakini bahwa ada kebangkitan orang mati (ayat 12). Dengan demikian, kebangkitan Kristus menjadi dasar bagi jemaat untuk mengelola masa kini dan menyongsong masa depan, yakni bahwa perjuangan iman dalam Kristus bukan sesuatu yang kosong, tetapi bermakna.
Orang yang membuka hati dan pikiran terhadap misteri Kristus yang bangkit, akan mengalami bahwa hidupnya berarti. Hidupnya lalu menjadi layak dihidupi. Hidupnya layak dirayakan dan ditempuh dengan sukacita setiap hari, betapa pun sulitnya. Mengapa? Sebab kebangkitan Kristus adalah jaminan bahwa tak percuma kita beriman dalam hidup yang sarat penderitaan dan pertanyaan tentang masa depan ini -              

Anda Berharga

Nats : Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau (Yesaya 43:4)
Bacaan : Yesaya 43:1-7
Relakah Anda mengeluarkan uang ratusan juta atau menulis cek bernilai jutaan untuk sebuah barang yang tidak berharga? Tentu tidak! Kita bersedia membayar mahal hanya untuk sesuatu yang kita anggap berharga dan bernilai.
Demikian juga ketika Allah meninggalkan takhta kemuliaan-Nya di surga, turun dan mengambil rupa seorang hamba, serta mati disalib untuk menebus manusia dari dosa. Bukankah ini sebuah harga yang begitu mahal? Lalu, apakah mungkin Allah mau menebus sesuatu yang tidak berarti dengan harga mahal? Tentu tidak! Jika Allah mengurbankan Anak-Nya yang tunggal dan sangat berarti bagi-Nya untuk sesuatu yang tidak berharga, tentu ini sebuah kekonyolan besar!
Mengapa Allah melakukan semua itu demi kita? Sekarang kita memiliki jawaban pasti: karena kita berharga di mata-Nya! Bacaan hari ini memuat beberapa ungkapan tentang betapa berharganya kita sebagai kepunyaan-Nya (ayat 1,3,4). Itu sebabnya Allah mau mengurbankan segala sesuatu untuk menyelamatkan kita. Dia mengejar, mencari, melongok ke tempat gelap untuk mencari manusia yang terhilang.
Biarlah pengertian ini memupus semua cara pandang yang salah tentang diri sendiri. Selama ini mungkin kita merasa tidak berarti dan tidak berharga. Mungkin kita memiliki latar belakang dan masa lalu yang suram. Jangan biarkan hal ini merasuk dan merusak diri kita. Jangan mudah memercayai apa yang dikatakan orang lain atau diri sendiri mengenai diri Anda, tetapi percayalah pada apa yang dikatakan Tuhan tentang diri kita, "Engkau berharga di mata-Ku" (Yesaya 43:4) -
              

Jangan Simpan

Nats : Bagaimana orang mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? (Roma 10:14)
Bacaan : Roma 10:8-17
 berbagi tentang Kristus yang telah mati dan bangkit kepada orang-orang Vanuatu yang belum pernah mendengarnya!  Dengan itu, ia telah membawa ribuan orang untuk mengenal, percaya, serta mengikut Kristus.
Geddie setia melayani di pulau itu hingga akhir hayatnya. Saat ia meninggal, orang-orang memasang plakat peringatan bagi Geddie di gereja mereka, yang bertuliskan: "Ketika Geddie datang dan mendarat pada tahun 1848, di sini tidak ada orang kristiani. Ketika ia berpulang pada tahun 1872, di sini tak ada lagi orang yang tidak mengenal Kristus".
Percaya bahwa Kristus menyelamatkan kita lewat pengurbanan-Nya, adalah langkah penting yang pertama (ayat 9). Lalu, bila jiwa kita sudah diselamatkan, pantaskah kita berdiam diri? Paulus dan Geddie telah merasakan anugerah yang tak terukur melimpahi dan memperbarui hidup mereka. Itu sebabnya dengan yakin mereka mengambil langkah kedua: menceritakan kebangkitan Kristus kepada mereka yang belum mendengar tentang Kristus (ayat 14,15), agar mereka menemukan pengharapan bagi jiwa. Setiap hari, pasti ada seseorang yang perlu mendengar kabar baik tentang Kristus. Yesus telah mati untuk semua orang (ayat 12). Adakah kita hendak menyimpannya untuk diri sendiri? -
              

Ibadah Sebatas Kulit

Nats : "Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" (Mikha 6:8)
Bacaan : Matius 21:18-22
Orang Farisi dan ahli Taurat adalah para pengajar dan penafsir Perjanjian Lama, khususnya kelima kitab Musa atau yang biasa disebut Pentateukh. Mereka sangat ketat memegang dan menjalankan aturan keagamaan dan adat istiadat, bahkan sampai begitu detail. Misalnya, tentang membawa beban pada Hari Sabat, tentang mencuci tangan, membasuh diri, atau mempersembahkan korban, semuanya punya aturan yang sangat terperinci. Orang yang melanggar atau yang tidak dapat menjalankannya dengan benar dan penuh bisa dikucilkan, dianggap tidak bermoral, bahkan dicap sebagai orang berdosa.
Tuhan Yesus sangat mengecam sikap tersebut. Sebab ibadah kepada Tuhan bukan hanya menyangkut aturan keagamaan (kultis), melainkan juga berkenaan dengan kehidupan sehari-hari (etis). Bukan hanya soal rajin ke gereja, berdoa, berpuasa, memberi persembahan, melainkan juga soal perilaku dan sikap hidup. Apalah artinya rajin ke gereja, tekun berdoa dan berpuasa, tidak pernah absen memberi persembahan, jika kita menutup mata terhadap ketidakadilan, tindakan kita jauh dari nilai kesetiaan, dan hati kita dipenuhi kesombongan? (Mikha 6:8).
Tuhan tidak ingin anak-anak-Nya melakukan ibadah hanya sebatas kulit, tidak mendarah daging; hanya menjalankan, tetapi tidak menjiwai. Sekadar menjadi orang-orang yang rajin mengikuti berbagai aturan keagamaan, tetapi tidak mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Orang-orang seperti ini seumpama pohon ara yang berdaun lebat, tetapi tidak berbuah (Matius 21:19). Tuhan Yesus pun mengutuknya -




                                          TIGA BUKTI KEBANGKITAN KRISTUS

“Raja juga tahu tentang segala perkara ini, sebab itu aku berani berbicara terus terang kepadanya. Aku yakin, bahwa tidak ada sesuatupun dari semuanya ini yang belum didengarnya, karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil” (Kisah Rasul 26:26).


Dalam Kisah Rasul pasal 26 ini Lukas mencatat tentang kesaksian pertobatan Paulus untuk yang ketiga kalinya. Alasan Lukas memberikan catatan ini sebanyak tiga kali sangatlah mudah untuk difahami. Selain dari kematian dan kebangkitan Kristus, tidak ada peristiwa dalam sejarah kekristenan yang lebih penting daripada konversi atau pertobatan Rasul Paulus.
Paulus telah ditangkap karena ia memberitakan,
“…tentang seorang bernama Yesus, yang sudah mati, sedangkan Paulus katakan dengan pasti, bahwa Ia hidup”
       (Kisah Rasuk 25:19).
Dan sekarang Paulus berdiri, dengan tangannya yang dibelenggu, di hadapan Raja Agripa. Agripa sendiri adalah seorang Yahudi. Sehingga Paulus membela bahwa apa yang ia beritakan didasarkan pada nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama berhubungan dengan kebangkitan Kristus. Paulus juga membela dirinya sendiri dengan berkata bahwa Raja Agripa telah mengetahui tentang penyaliban dan kebangkitan Kristus itu. Penyaliban dan kebangkitan yang terjadi hampir tiga puluh tahun sebelumnya. Setiap orang Yahudi tahu tentang hal itu, termasuk Raja Agripa. Sehingga Paulus berkata,
“…Raja juga tahu tentang segala perkara ini, sebab itu aku berani berbicara terus terang kepadanya. Aku yakin, bahwa tidak ada sesuatupun dari semuanya ini yang belum didengarnya, karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil”
      
 (Kisah Rasul 26:26).
“Perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil.” Itulah ungkapan bahasa Yunani umum tentang hari itu. Tafsiran Alkitab Dr. Gaebelein mengatakan,
Pelayanan Yesus di Palestina secara luas telah diketahui, dan Agripa seharusnya pernah mendengarnya. Kematian Yesus dan kebangkitan-Nya telah memiliki cukup bukti, dan Injil Kristen telah diberitakan selama tiga dekade. Tentu saja raja tahu tentang semua hal ini, ”karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil”

; catatan untuk Kisah Rasul 26:25-27).
Banyak orang hari ini berpikir bahwa kebangkitan Kristus adalah suatu peristiwa tidak jelas yang hanya diketahui oleh para nelayan tidak berpendidikan. Tetapi tidak ada yang menyangkal kebenaran ini! Kebangkitan Kristus telah diketahui oleh setiap orang Yahudi di Israel, dan telah dibicarakan atau diberitakan ke seluruh wilayah Romawi selama hampir tiga puluh tahun! Kebangkitan Kristus tidak tersembunyi atau bukan lagi rahasia pada waktu itu!
“Karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil”
       (Kisah Rasul 26:26).
Semua yang dikatakan tentang Yesus telah tersebar bahkan sampai ke ibu kota negara, dan Sanhedrin dan [Gubernur Roma] Pilatus terlibat, dan Yesus adalah tokoh nasional, yang ketenarannya bahkan telah memenuhi daerah sekitarnya. "Tidak terjadi di tempat yang terpencil" ... itu bukan masalah kecil yang tidak jelas sehingga tidak ada orang yang tidak tahu apa-apa tentang peristiwa itu, tetapi itu adalah peristiwa yang sangat besar dan penting, sehingga publik dan masyarakat luas, bahkan [Raja] Agripa pun seharusnya memberikan perhatian penuh tentang masalah itu 

catatan untuk Kisah Rasul 26:26).
“Karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil”
      (Kisah Rasul 26:26).
Para musuh Kristus selama tiga decade telah mencoba untuk membuktikan bahwa Ia tidak bangkit dari antara orang mati. Namun mereka gagal. Tidak perduli seberapa keras mereka telah mencoba, para musuh itu telah gagal membuktikan bahwa Yesus mati dan tidak pernah bangkit setelah Ia disalibkan. Sebelum waktu Rasul Paulus berkata kepada Raja Agripa, ribuan orang Yahudi, dan puluhan ribu orang Yunani, sedang memberitakan, “Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati.”
Kebangkitan Kristus adalah dasar dari Kekristenan. Jika tubuh Yesus tidak bangkit dari kubur, tidak ada dasar untuk iman Kristen. Rasul Paulus sendiri berkata,
“Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu”
       (I Korintus 15:14).
Tidak heran musuh-musuh Kristus telah mencoba sedemikian kerasnya untuk menolak kebangkitan-Nya! Namun mereka semua gagal. Saya tidak setuju dengan Greg Laurie tentang beberapa pemikirannya, namun saya setuju dengan dia ketika ia berbicara tentang kebangkitan Kristus. Greg Laurie memberikan tiga alasan mengapa musuh-musuh Kristus gagal – tiga bukti untuk kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati . Saya akan menyadur ketiga hal tersebut.
“Karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil”
       (Kisah Rasul 26:26).

I. Pertama, kubur kosong.

Bukti pertama kebangkitan Yesus adalah kubur kosong. Fakta bahwa kubur Yesus telah kosong tiga hari setelah Ia mati adalah salah satu bukti agung dari kebangkitan-Nya. Semua penulis empat Injil sepenuhnya sepakat bahwa kubur Kristus telah kosong tiga hari setelah Ia mati. Banyak saksi mata lainnya yang juga menguatkan tentang fakta kubur kosong itu.
Serangan tertua terhadap kebangkitan Kristus adalah bahwa katanya seseorang telah mencuri tubuh Yesus. Para imam kepala
“…memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur….Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini” (Matius 28:12-15).
Namun argumen ini tidak meyakinkan banyak orang. Akal sehat akan mengatakan bahwa Murid-murid tidak mungkin mencuri tubuh-Nya dan berpura-pura Dia dibangkitkan. Tiga hari sebelumnya Murid-murid telah melarikan diri demi menyelamatkan hidup mereka ketika Yesus Kristus ditangkap dan disalibkan. Sehingga sangatlah tidak mungkin bila orang-orang yang sedang ketakutan ini memiliki keberanian untuk mencuri tubuh Yesus – dan kemudian mulai dengan berani mengkhotbahkan atau memberitakan bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati – dengan taruhannya adalah nyawa mereka! Tidak, itu adalah argumentasi yang sangat tidak mungkin! Itu sama sekali tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Para murid bersembunyi dalam ruangan dengan semua pintu terkunci, “karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi” (Yohanes 20:19). Mereka sangat ketakutan. Mereka sebelumnya tidak percaya bahwa Ia telah bangkit kembali. Tak seoranpun dari pengikut Kristus memiliki iman dan keberanian untuk melawan pemerintahan Romawi dan mencuri tubuh Yesus. Itu adalah fakta psikologis yang tidak dapat diabaikan.
Tersangka lainnya yang dapat dituduh sebagai orang yang mencuri tubuh Kristus adalah musuh-musuh-Nya. Masalah dengan teori itu adalah bahwa musuh-musuh Kristus tidak memiliki motif untuk merampok makam itu. Para iman kepala dan para pemimpin agama mengharapkan Kristus mati karena Ia mengancam sistim relijius dan hidup mereka. Hal terakhir yang orang-orang ini inginkan adalah agar orang-orang jangan sampai berpikir bahwa Kristus hidup kembali! Itulah sebabnya mengapa para pemimpin agama ini berusaha keras untuk menyingkirkan fakta kebangkitan-Nya. Injil Matius menjelaskan kepada kita bahwa mereka mendatangi gubernur Romawi, Pontius Pilatus,
“dan mereka berkata: Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama” (Matius 27:63-64).
Pilatus memberikan kepada mereka para penjaga untuk menjaga “kubur itu sebaik-baiknya” – menempatkan para penjaga itu di sana untuk menjaga kubur itu dengan seketat mungkin (Matius 27:65). Sehingga mereka memeteraikan kubur itu dan menempatkan para prajurit untuk menjaga kubur itu (Matius 27:66). Anehnya, tampaknya bahwa imam-imam kepala dan pemimpin agama itu memiliki keyakinan lebih dalam kebangkitan Kristus dari pada Murid-murid-Nya sendiri!
Kenyataannya adalah bahwa para pemimpin agama mengambil langkah-langkah ekstrem untuk menjaga tubuh Kristus agar tidak dicuri. Mereka ingin membuktikan bahwa janji-janji Kristus untuk bangkit dari antara orang mati itu adalah suatu kebohongan belaka. Para pemimpin agama itu melalukan apapun agar mereka dapat menyingkirkan berita-berita yang tersiar bahwa Kristus telah bangkit dari antara orang mati. Mencuri tubuh itu akan menjadi hal terakhir yang akan diisukan oleh musuh-musuh-Nya. Namun jika mereka yang telah mencuri tubuh itu, tidak diragukan lagi justru merekalah yang menyebabkan para Murid mulai memberitakan kebangkitan-Nya. Namun musuh-musuh Kristus tidak mungkin mencuri tubuh Yesus dan menunjukkannya. Mengapa? Sederhana saja karena mereka memang tidak memiliki tubuh itu untuk ditunjukkan! Kubur itu kosong! Kristus telah bangkit dari antara orang mati!
“Karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil”
       (Kisah Rasul 26:26).
Kubur kosong adalah bukti pertama tentang kebangkitan Kristus dari antara orang mati, namun masih ada bukti yang lain lagi!

II. Kedua, kesaksian para saksi mata.
Ketika Yesus disalibkan, para Murid-Nya tidak lagi memiliki pengharapan. Iman mereka telah hancur. Mereka tidak memiliki pengharapan untuk melihat Dia hidup kembali. Kemudian Yesus datang,
“berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: ‘Damai sejahtera bagi kamu!’” (Yohanes 20:19).
Para Murid melihat Dia hidup kembali lagi dan lagi.
“Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah” (Kisah Rasul 1:3).
Rasul Paulus berkata bahwa Kristus bangkit adalah,
“bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas [Petrus] dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya” (I Korintus 15:5-8).
,
Pertimbangkan betapa banyaknya saksi mata dari ratusan orang yang telah melihat Yesus setelah kebangkitan-Nya, sebagian dari mereka berulangkali menyaksikannya sepanjang perjalanan waktu empat puluh hari'! [Kis. 1:3]. Aturan Alkitab adalah "di mulut dua atau tiga orang saksi." Di sini ada ratusan saksi.. Banyak orang telah dihukum mati atas keterangan satu atau dua saksi mata.
      Hanya dua belas mulut diperlukan untuk menyetujui juri untuk menyelesaikan kasus penting. Di sini ratusan saksi mata setuju bahwa Yesus bangkit dari kematian. Tidak satu orang pun yang pernah muncul untuk mengatakan bahwa mereka telah melihat mayat-Nya setelah hari ketiga, atau tidak ada satu bukti pun yang bertentangan.
      Kesaksian dari para saksi - saksi mata, saksi yang telah melihat Juruselamat, menyentuh-Nya, merasakan bekas paku di tangan dan kaki-Nya, melihat-Nya makan, bersekutu dengan-Nya selama empat puluh hari – itu adalah kesaksian yang lebih kuat daripada beberapa bukti kasus yang diperlukan di hadapan Mahkamah Agung Amerika Serikat atau di hadapan pengadilan lain di dunia ... Buktinya sangat banyak sehingga hanya mereka yang tidak mau percaya dan tidak mau memeriksa bukti itu yang menolaknya. Tidak heran bahwa Alkitab menyatakan bahwa Yesus "menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup," Kis. 1:3 
“Karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil”
       (Kisah Rasul 26:26).
Kubur kosong, dan ratusan saksi mata, adalah bukti kebangkitan Kristus dari antara orang mati. Namun masih ada lagi bukti yang lain.

III. Ketiga, kemartiran para Rasul.
Jika kebangkitan adalah suatu kebohongan mengapa setiap Rasul rela menderita demi memberitakan berita itu? Para Rasul tidak hanya terus memberitakan kebangkitan Kristus, mereka bahkan rela mati dari pada menyangkal kebenaran itu! Sebagaimana yang kita baca dalam sejarah gereja kita menemukan setiap Rasul [tanpa kecuali Yohanes – yang disiksa dan dibuang] mati dengan cara yang sangat mengerikan karena mereka memberitakan bahwa Kristus telah bangkit dari antara orang mati.
      Ini adalah fakta sangat penting. Dalam sejarah psikologi itu belum pernah diketahui bahwa seseorang bersedia menyerahkan hidupnya untuk apa yang ia tahu sebagai suatu kebohongan. Saya dulu bertanya-tanya mengapa Allah mengijinkan para rasul dan semua orang Kristen mula-mula mengalami penderitaan seperti itu, penyiksaan yang luar biasa, penganiayaan yang luar biasa… kita memiliki kesetiaan, karakter, penderitaan, dan kematian dari para saksi mata ini, kebanyakan dari mereka memeteraikan kesaksian mereka dengan darah mereka… Paul Little berkata, “Orang-orang ini mau mati untuk apa yang mereka percaya sebagai kebenaran… Mereka, bagaimanapun, tidak mati untuk apa yang mereka tahu adalah suatu kebohongan” 
Orang-orang ini mati karena mereka berkata bahwa mereka adalah saksi kebangkitan Kristus dari antara orang mati:
Yakubus anak Zebedius dipenggal kepalanya.
  Matius dipenggal kepalanya.
     Yakobus saudara Tuhan, dilemparkan dari atas atap Bait
       Suci, dan kemudian disesah sampai mati.
        Matias dirajam batu dan dipenggal kepalanya.
           Andreas disalibkan.
              Markus diseret sampai mati.
                 Petrus disalibkan dengan kepala di bawah.
                    Paulus dipenggal kepalanya.
                       Yudas disalibkan.
                          Bartholomeus disesah dan disalibkan.
                             Lukas digantung pada sebuah pohon zaitun.
                                Yohanes dimasukkan ke dalam bejana berisi minyak
                                  mendidih dan dibuang ke pulau Patmos.
                                    Thomas ditombak dan dilemparkan ke tungku perapian.
Orang-orang itu melewati penderitaan yang sangat mengerikan, dan mati dengan cara yang sangat mengerikan, karena mereka berkata bahwa Kristus bangkit dari antara orang mati. Orang-orang ini tidak mati demi sesuatu yang mereka belum lihat! Orang-orang ini telah melihat Kristus setelah Ia bangkit dari kubur! Itulah sebabnya mengapa penderitaan dan kematian itu sendiri tidak dapat menghentikan mereka untuk memberitakan, “Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati!”
Petrus melihat Dia di tepi pantai,
Makan bersama Dia di tepi pantai itu;
Yesus berkata, dengan bibirnya yang pernah mati,
“Petrus, apakah engkau mengasihi Aku?”
Ia yang telah mati bangkit kembali!
Ia yang telah mati bangkit kembali!
Kuasa maut dikalahkan –
Ia yang telah mati bangkit kembali!
Orang-orang ini diubahkan dari ketidakpercayaan dan pengecut menjadi martir yang tak kenal takut – karena mereka telah melihat Kristus setelah Ia bangkit dari kubur!
Tomas telah melihat Dia di ruangan itu,
Memanggil Dia Guru dan Tuhan
Mencucukkan jarinya ke dalam
Lubang karena paku dan pedang itu.
Ia yang telah mati bangkit kembali!
Ia yang telah mati bangkit kembali!
Kuasa maut dikalahkan –
Ia yang telah mati bangkit kembali!
Kita dapat menyimpulkan bahwa banyak bukti untuk kebangkitan Kristus, namun itu tidak akan meyakinkan Anda. Beberapa orang yang melihat Kristus setelah Ia bangkit dari antara orang mati saja masih “ragu” (Matius 28:17). Anda harus datang kepada Kristus dengan iman. Kristus sebelum berinkarnasi berkata,
“Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati”
       (Yeremia 29:13).
“Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan”
       (Roma 10:10).
. Demikian juga Kita dapat mengetahui Kristus bangkit – jika Anda mau mengenal Dia dengan “berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu” (Lukas 13:24). Ketika Anda datang kepada Kristus dosa-dosa Anda ditebus dan disucikan oleh darah-Nya – dan Anda dilahirkan-kembali oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Itulah doa saya kiranya Anda mau segera datang kepada Kristus! Amin.



                         GARIS BESAR KHOTBAH

TIGA BUKTI KEBANGKITAN KRISTUS
“Raja juga tahu tentang segala perkara ini, sebab itu aku berani berbicara terus terang kepadanya. Aku yakin, bahwa tidak ada sesuatupun dari semuanya ini yang belum didengarnya, karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil” (Kisah Rasul 26:26).

(Kisah Rasul 25:19; I Korintus 15:14)
I.   Pertama, kubur kosong, Matius 28:12-15; Yohanes
20:19; Matius 27:63-64, 65, 66.

II.  Kedua, kesaksian para saksi mata, Yohanes 20:19;
Kisah Rasul 1:3; I Korintus 15:5-8.

IIII. Ketiga, kemartiran para Rasul, Matius 28:17; Yeremia
29:13; Roma 10:10; Lukas 13:24.  

                                                          Kerajaan-Ku Bukan Dari Dunia


Bacaan Alkitab hari ini: Yohanes 18:28-38a
Percakapan Tuhan Yesus dengan Pilatus di gedung Pengadilan sangatlah menarik. Pilatus bertanya kepada Tuhan Yesus, “Engkau inikah raja orang Yahudi?” (18:33). Kemudian, ia menegaskan ulang pertanyaannya, “Jadi Engkau adalah raja?” (18:37).
 Pengharapan bangsa Israel akan munculnya seorang raja Israel menyiratkan kerinduan mereka untuk bebas dari belenggu penjajahan. Pengharapan Israel akan seorang raja bukanlah untuk pembebasan jiwa dari dosa. Pengharapan mereka merupakan suatu ironi (suatu yang seharusnya tidak terjadi): Di depan mereka telah hadir Yesus Kristus, yaitu Raja di atas segala raja, bahkan Raja atas alam semesta, tetapi Sang Raja malah diperhadapkan dengan sidang dunia ini. Kerajaan Yesus Kristus bukan dari dunia ini. Dia datang bukan untuk menjadi raja atas dunia ini. Namun, hati Pilatus, para imam, orang Farisi, dan rakyat Israel telah dibutakan oleh dosa sehingga mereka dikuasai oleh kebencian dan penolakan terhadap kebenaran. Yesus Kristus yang berdiri di depan Pilatus adalah kebenaran (Yohanes 14:6), namun Pilatus justru bertanya: “Apakah kebenaran itu?” (18:38a).

Kebutaan rohani dan kedegilan hati membuat banyak orang menolak kebenaran dan membenci Yesus Kristus “tanpa alasan”. Hanya orang yang berasal dari kebenaran yang mempercayai bahwa Yesus Kristus adalah Raja atas alam semesta yang telah lahir ke dunia bagi mereka yang mau mendengarkan dan percaya kepada-Nya. Yesus Kristus adalah Raja yang memerintah dalam pemerintahan yang kekal. Ingatlah bahwa Yesus Kristus datang ke dalam dunia untuk menyatakan kebenaran Allah. [FW]
Yohanes 18:37
“Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”

Senin, 14 April 2014

<< Senin, 14 April 2014 >>

Bacaan: Lukas 4:16-30
Bacaan Setahun: 2 Samuel 10-12

Nats: Mereka bangkit, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. (Lukas 4:29)

                                         KARENA TAK PERCAYA

Perintang jalan ada di depan. Seorang polisi perbatasan berdiri dengan tangan terentang saat sebuah mobil mendekat. Ia membungkukkan badan dan memberitahukan bahwa sebuah jembatan telah hancur tak jauh dari situ. Si pengemudi menjawab, "Saya tidak percaya pada Anda. Menurut saya, Anda bukan polisi asli. Silakan minggir, saya harus menghadiri pertemuan bisnis!" Si pengemudi tidak menghiraukan peringatan karena ia tidak percaya bahwa yang berdiri di hadapannya benar-benar seorang polisi. Ya, apa yang kita percayai tentang seseorang dapat memengaruhi keputusan kita.
Suatu kali Yesus mengajar banyak orang di sebuah rumah ibadat di Nazareth tempat Dia dibesarkan. Orang-orang takjub dan heran mendengar pengajaran-Nya. Tetapi, mereka tidak percaya akan ketuhanan Yesus, dan berkata, "Kami tahu siapa Engkau sebenarnya. Engkau adalah anak Yusuf dan Maria orang Galilea. Kami kenal siapa saudara-saudara-Mu. Mungkin Engkau seorang nabi, tetapi Engkau bukan Anak Allah!" Akibatnya, mereka menolak Yesus sebagai Tuhan (ay. 29).
Apakah kita mengakui Yesus sebagai Tuhan atas hidup kita dan hidup dalam firman-Nya? Ketika kita memutuskan untuk percaya pada Yesus Kristus sebagai Tuhan, kita akan menjadi orang yang benar-benar mengasihi-Nya. Kita akan menunjukkan kepercayaan itu dengan menaati ucapan-Nya. Kehidupan-Nya akan memengaruhi kehidupan kita karena Dia ada dalam hati kita. Kehidupan-Nya akan terpancar di dalam dan melalui kehidupan kita dalam setiap segi. --Samuel Yudi Susanto /Renungan Harian
* * *
KEYAKINAN KITA HARI INI MEMENGARUHI KEPUTUSAN KITA,
DAN KEPUTUSAN ITU SELANJUTNYA MEWARNAI KEHIDUPAN KITA.

Minggu, 06 April 2014

HARUS BERGERAK

                           TERGERAK DAN BERGERAK

  Hari ini saya ingin menulis  khotbah yang berjudul: “Tergerak dan Bergerak”
karena kita percaya hari-hari ini adalah kairos-nya Tuhan untuk Indonesia, maka kita harus menjadi orang yang tergerak dan bergerak menangkap kairos Tuhan ini sehingga rencana Tuhan yang besar atas Indonesia sungguh-sungguh tergenapi dan kita bisa mengalami anugerah yang sangat besar dari Tuhan. Dan hari ini kita akan belajar dari kisah tentang:
 Elisa. Baca 1 Raja 19:15-16, 19-21.
I.            Elisa adalah orang yang bisa dipakai untuk melakukan rencana Tuhan.
a.        Ayat 19 Elisa adalah anak orang kaya yang juga rajin bekerja.
n  Tidak heran Tuhan memerintahkan Elia untuk memilih Elisa.
b.        Bagaimana dengan kita?
n  Mentalitas seperti apa yang kita miliki yang membuat Tuhan mau memilih kita?
n  Jadilah hamba yang bisa dipilih dan dipakai oleh Tuhan, maka Tuhan akan melimpahkan kekuatanNya kepada kita!
II.           Karena Tuhan menilai bahwa Elisa bisa dipakai oleh Tuhan, maka Tuhan mulai menyatakan panggilan-Nya kepada Elisa.
a.        Ayat 19b Elia melemparkan jubah kenabiannya kepada Elisa untuk menyampaikan panggilan Tuhan atas Elisa.
n  Saat itu Elisa sedang menjalankan hidupnya dengan normal, dia bekerja di ladang usaha milik keluarganya dan semuanya berjalan dengan lancar. Tapi tiba-tiba Elia datang dan melemparkan jubah kenabiannya. Padahal, kebanyakan nabi pada jaman itu adalah target utama pembunuhan, dikejar-kejar, dan dipersalahkan (1 Raja 19:14).
b.        Apa yang akan kita lakukan kalau kita dalam posisi Elisa ini?
n  Semuanya baik dan lancar, tapi tiba-tiba Tuhan memerintahkan kita untuk melakukan sesuatu yang tidak pada umumnya dan belum tentu bisa diterima semua orang.
c.        Ingat baik-baik bahwa awan kegerakan Tuhan sedang bergerak di Asia, khususnya Indonesia. Banyak nabi dan hamba Tuhan sudah menubuatkan dan mendapatkan pesan khusus ini. Tuhan sedang bersiap melakukan sesuatu yang super besar di Indonesia: Yesaya 60 akan digenapi, panen raya jiwa besar-besaran akan terjadi, dan hujan berkat akan dilimpahkan secara dahsyat!!!
n  Itu sebabnya mata Tuhan sedang menjelajah di seluruh bumi Indonesia untuk melimpahkan kekuatanNya kepada orang-orang yang bisa dipakai Tuhan.
n  Hari ini tuhan sedang menyatakan panggilannya dalam hidup kita!!!
III.      Apa respon Elisa pada panggilan Tuhan itu?
1.        Elisa tergerak oleh panggilan Tuhan itu.
a)       1 Raja 19:20 Lalu Elisa meninggalkan lembu itu dan berlari mengikuti Elia!!!
n  Artinya hati Elisa tergerak oleh panggilan Tuhan itu.
n  Pernahkah hati saudara tiba-tiba tergerak ketika membaca sebuah ayat Alkitab tertentu, mendengarkan kotbah, mengalami mimpi yang dari Tuhan, dll.
n  Biarlah Firman Tuhan minggu-minggu ini sungguh-sungguh membuat hati kita tergetar dan tergerak, karena khotbah minggu-minggu ini adalah rhema khusus dari Tuhan…. Ini bukan khotbah biasa, tapi ini adalan pesan Tuhan bagi kita semua!!!
b)       Jangan sampai kita mempunyai hati yang beku! Sebab kalau sampai hati kita sudah menjadi beku, berarti ada sesuatu yang salah yang perlu dibereskan terlebih dahulu dalam hidup kita!
n  Bisa karena dosa; kekecewaan dan sakit hati; marah dan menyalahkan Tuhan; beban yang begitu berat; masalah keluarga, atau masalah keuangan dan pekerjaan, atau mungkin juga masalah kesehatan, dst.
n  Apapun itu, hari ini bereskan segera di hadapan Tuhan sehingga hati kita dipulihkan, roh kita dibangkitkan, sehingga kita bisa kembali merasakan hati yang tergerak ketika menerima Firman Tuhan.
2.        ELISA MAU mengikuti panggilan tuhan dalam hidupnya.
a)       1 Raja 19:20 Biarkanlah aku mencium ayahku dan ibuku dahulu
n  Ini adalah perkataan yang tulus sebagai seorang anak yang bertanggung jawab kepada orang tuanya.
n  Artinya, bagi Elisa adalah keputusan sudah dibuat, dia sudah bertekad bulat, apapun yang terjadi, dia akan tetap mengikuti panggilan Tuhan dalam hidupnya itu.
b)       Dan itu sebabnya Elia mengijinkannya; namun sekalipun demikian Elia tetap berkata pada Elisa: “Baiklah, pulang dahulu, dan ingatlah apa yang telah kuperbuat kepadamu.”
n  Karena kadang-kadang di tengah jalan ketika kita hendak melangkah mengikuti panggilan Tuhan, bisa muncul godaan atau halangan atau apapun namanya yang membuat kita batal mengikuti panggilan Tuhan dalam hidupnya.
n  Bagi kita, bisa jadi godaan dan halangan itu berupa keragu-raguan, kebimbangan, kekecewaan, kesibukan, dst.
n  biarlah setiap visi yang pernah Tuhan berikan kepada saudara dibangkitkan kembali hari ini! Setiap kerinduan yang pernah Tuhan taruh dalam hati saudara digetarkan kembali, dinyalakan kembali, dan digerakkan kembali!
3.        Elisa bertekad bulat tidak akan mengubah keputusannya DALAM MENGIKUTI panggilan Tuhan
a)       1 Raja 19:21 ia mengambil pasangan lembu itu, menyembelihnya dan memasak dagingnya dengan bajak lembu itu sebagai kayu api
n  Artinya bukan hanya ia mengikuti Elia, tapi Elisa juga sudah bertekad bulat membakar jembatan yang ada di belakangnya untuk mengikuti Elia.
b)       Sayangnya, ada banyak orang mempunyai plan A dan Plan B dalam mengikuti panggilan Tuhan. Kalau belum dapat jalan, bisa segera kembali lagi.
n  Akibatnya kehilangan panggilan dan anugerah Tuhan yang besar.
c)        Berbeda dengan Elisa: Ketika dia melangkah mengikuti panggilan Tuhan, itu artinya keputusan bulat yang tidak bisa diubah dan digagalkan oleh siapapun dan apapun juga.
4.        Elisa bukan hanya tergerak, tapi ia sungguh-sungguh bergerak.
a)       Ayat 20 Elisa bukan hanya tergerak, tapi ia sungguh-sungguh bergerak.
n  Berapa banyak orang yang sudah tergerak tetapi tidak pernah sungguh-sungguh bergerak.
n  Akibatnya rhema itu menjadi basi, panggilan itu menjadi padam, dan akhirnya kita kehilangan karya Tuhan yang luar biasa.
b)       Beda dengan Elisa,  ketika dia mendapat lemparan jubah Elia, maka dia tergerak dan bergerak.
n  Sehingga Pertama kali dia dipanggil, yang diberikan kepadanya hanya 1 porsi, akan tetapi ketika dia setia pada panggilan Tuhan itu, maka bagiannya dilipatgandakan menjadi 2 porsi.
c)        Jangan hanya tergerak hati, tapi mulai hari ini sungguh-sungguhlah bergerak:
n  Bergeraklah menyelamatkan jiwa-jiwa, menjadi berkat bagi pekerjaan Tuhan dan orang lain, terlibat dalam pelayanan, gunakan talenta untuk memuliakan Tuhan!
d)       Dan Inilah berkat yang Tuhan berikan bagi orang yang tidak hanya tergerak, tapi juga bergerak: upah dobel pOrsi, kepercayaan dan tanggung jawab dobel porsi, TEROBOSAN DOBEL PORSI, PROMOSI DOBEL PROSI, DAN berkat dobel porsi!
e)       Saya bersyukur banyak jemaat dan pelayan Tuhan sudah bisa melihat inilah waktunya Tuhan untuk bangsa kita tercinta Indonesia, sehingga mereka semua mulai tergerak dan bergerak! Saya ajak semua jemaat dan pelayan Tuhan untuk tergerak dan bergerak dalam kegerakan Tuhan yang dahsyat ini untuk bangsa dan tanah air tercinta! Marilah kita bangkit dan pancarkan terang kemuliaan Tuhan bagi bangsa dan tanah air kita Indonesia!!!